Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo, Ruang Seminar UMP, Sabtu, 20 Mei 2017 279 PENALARAN KUANTITATIF DI SD UNTUK MENGEMBANGKAN BERPIKIR ALJABAR DI SMP Dzikra Fu’adiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), STAI Siliwangi Bandung email: dzikra.fuadiah@gmail.com Abstract In the professional world, competitive human resources will discover wide range of problems that have to be solved quickly, systematically and effectively. Algebra is presented as a set of tools for analyzing realistic problems. Utilizing algebra through algebraic reasoning is developed to recognize and represent patterns and relationships which is represented in algebraic expressions. Quantitative Reasoning is a reasoning that emphasizes on drawing conclusion based on data or quantitative information. Students begin to learn the formal algebra at VII and VIII grade. The difficulties students experienced was to solve contextual problems, especially the complex problems, to apply arithmetic operations and to understand algebraic expressions. Most of students simply memorized the algorithms and methods in solving problems without a deep understanding about the relationship between the given information and the question. The solution of this situation is the usage of quantitative reasoning that can be emerged in the learning activities of elementary-school students. This solution can be applied because there is a reciprocal relation between the long-term development of algebraic abilities and the long- term development of quantitative reasoning. The next step is by developing mathematics learning activities to elementary-school students that focuses on developing students’ quantitative reasoning . Keywords: Quantitative Reasoning, Algebraic Reasoning, Elementary School 1. PENDAHULUAN Peran aljabar tidak hanya sebagai bahasa bagi ilmu pengetahuan alam, tetapi juga sebagai pintu gerbang ke matematika lanjutan dan pendidikan yang lebih tinggi. Pengetahuan dan kemampuan aljabar sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia professional, secara langsung maupun sebagai suatu prasyarat untuk mempelajari atau melaksanakan sesuatu (Katz dalam Jupri, 2013). Oleh karena itu, pembelajaran aljabar di SMP adalah proses penting untuk berhasil dalam proses pembelajaran matematika yang berguna hingga ke pendidikan yang lebih tinggi dan dunia profesional. Dalam kurikulum yang diterapkan saat ini (Kurikulum 2013) pengenalan aljabar sebagai transisi dari aritmetika di Sekolah Dasar (SD) dimulai dengan pengenalan bentuk aljabar di kelas VII dengan empat kompetensi dasar, yaitu: (1) mampu menjelaskan bentuk aljabar dan unsur-unsurnya menggunakan masalah kontekstual; (2) menjelaskan dan melakukan operasi pada bentuk aljabar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian); (3) menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bentuk aljabar; (4) menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi pada bentuk aljabar (As’ari, 2016). Kurikulum 2013 berusaha untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual dengan menggunakan konsep bentuk aljabar. Pengembangan berpikir aljabar mempersiapkan siswa untuk mengembangkan pemahaman terhadap konsep dan keterkaitan konsep dalam matematika hingga siswa mampu memanipulasi, memformalisasikan, dan merepresentasikan cara siswa berpikir tentang hubungan kuantitatif, bukan hanya melatih siswa manipulasi simbol dan menunjukkan sedikit hubungan konsep aljabar dengan dunia nyata siswa. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Jupri menemukan bahwa memahami ekspresi aljabar merupakan kesulitan-kesulitan yang