Jurnal Nisbah Vol. 3 No. 1 Tahun 2017 | 315 PENYELESAIAN SENGKETA PENGIKATAN AGUNAN PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK SYARIAH DISPUTE RESOLUTION BINDING COLLATERAL TO FINANCING MURABAHAH IN SHARIA BANK Mulyaningsih Jamhur 1a ; Rully Trihantana 2 1a Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Islam Universitas Djuanda, Jl. Tol Ciawi No. 1, Kotak Pos 35 Bogor 16720 2 Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Islam Universitas Djuanda, Jl. Tol Ciawi No. 1, Kotak Pos 35 Bogor 16720 E-mail: mulyaningsih@unida.ac.id (Diterima oleh Dewan Redaksi 01-05-2017) (Dipublikasikan oleh Dewan Redaksi 01-06-2017) ABSTRACT Binding of the collateral is an effort to control the risks of Islamic banking in the event wan on funding channeled achievements, and aims to be the collateral are included in the financing request has no legal force. The goal is to find out how the process of binding commentary bank collateral and collateral fastening means of dispute resolution in litigation and non litogasi on murabaha financing the sharia bank. The method used in this research is descriptive qualitative primary data in this study came from interviews, observation and documentation of the Product Manual Operation of Sharia Mandiri Bank. Secondary data is derived from documents, journals, legislation, and other references that support the research discussion. Based on the results of research known type of binding collateral in Sharia Mandiri Bank is done with binding guarantees Fiduciary, Deed Granting Mortgage (APHT) and Power of Attorney Imposing Mortgage (SKMHT) via Micro Administration / Administration Financing Operation (AFO). Unknown Sharia Mandiri Bank has foretell the settlement of disputes between the parties by way of non-litigation, in accordance with Law No. 21 of Article 55 of 2008 concerning Islamic Banking. Keywords: Binding Collateral, Settlement, Non Litigation ABSTRAK Pengikatan agunan merupakan upaya perbankan syariah mengendalikan risiko apabila terjadi wan prestasi atas pembiayaan yang disalurkan, serta bertujuan agar agunan yang disertakan dalam permohonan pembiayaan memiliki kekuatan hukum. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana proses bank syarah melakukan pengikatan agunan serta cara penyelesaian sengketa pengikatan agunan secara litigasi dan non litogasi pada pembiayaan murabahah dibank syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, data primer pada penelitian ini berasal dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi dari Manual Produk Operation Bank Syariah Mandiri. Data sekunder berasal dari dokumen, jurnal, peraturan perundang-undangan, dan referensi- referensi lain yang mendukung dalam pembahasan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jenis pengikatan agunan di Bank Syariah Mandiri dilakukan dengan pengikatan