NEMATODA BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit pada ikan merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai dalam usaha budidaya ikan. Di Indonesia telah diketahui ada beberapa jenis ikan air tawar, dan diantaranya sering menimbulkan wabah penyakit serta menyebabkankegagalan dalam usaha budidaya ikan (Irawan, 2004). Secara umum penyakit dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu penyakit infeksi dan non infeksi. Penyakit infeksi disebabkan oleh organisme hidup seperti parasit, jamur, bakteri, dan virus dan penyakit non infeksi disebabkan oleh faktor non hidup seperti pakan, lingkungan, keturunan dan penanganan (Afrianto dan Liviawaty, 2003). Serangan penyakit dan gangguan hama dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat (kekerdilan), padat tebar sangat rendah, konversi pakan menjadi tinggi, periode pemeliharaan lebih lama yang berarti meningkatnya biaya produksi. Serangan penyakit dan gangguan hama tidak hanya menyebabkan menurunnya hasil panen (produksi), tetapi pada tahap yang lebih lanjut dapat menyebabkan kegagalan panen (Kordi, 2004). Pemahaman tentang parasit dan penyakit ikan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan produksi dan mencegah kerugian ekonomi pada usaha budidaya perikanan sehingga ikan dapat dipanen pada waktunya tanpa adanya gangguan dari parasit maupun penyakit ikan (Riauwaty, 2004). Parasit merupakan organisme yang hidup pada atau di dalam organisme lain dan mengambil makanan dari organisme yang ditumpanginya untuk berkembang biak (Subekti dan Mahasri, 2010). Berdasarkan habitatnya, parasit dalam tubuh ikan dibagi menjadi dua yaitu ektoparasit (parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, misalnya pada insang, sirip dan kulit), dan endoparasit (parasit yang menyerang bagian dalam tubuh ikan, misalnya usus, ginjal dan hati) (Balai Karantina Ikan Batam, 2007). Endoparasit adalah parasit yang terdapat di dalam tubuh dan menyerang organ dalam ikan atau udang. Banyak Nematoda yang hidup sebagai endoparasit di dalam tubuh ikan (Ghufran, 2004). Keberadaan endoparasit dapat menyebabkan kematian pada populasi inang dan konsekuensinya dapat menyebabkan kerugian besar bagi industri perikanan. Infeksi endoparasit