Page | 10 Journal of Public Affairs and Administrative Science, Vol. 1, No. 1, September 2017 Integrasi Riset dan Pembelajaran dalam Studi Administrasi Negara ISSN: xxxx-xxxx Jurnal Ilmiah sebagai Bahan Pembelajaran Berbasis Riset pada Pendidikan Sarjana Administrasi Negara Arif Budy Pratama Jurusan Administrasi Negara FISIP UNTIDAR Jl. Kapten S. Parman No. 39 Magelang 56116 INDONESIA arifpratama@untidar.ac.id ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received Received in revisied from Accepted Dalam rangka mendukung tercapainya universitas berbasis riset, integrasi antara pengajaran dan riset menjadi penting untuk diimplementasikan dalam pendidikan tinggi. Pembelajaran Berbasis Riset (PBR) secara umum dipahami sebagai integrasi riset dalam proses belajar-mengajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat mendukung pelaksanaan PBR adalah memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian. Penggunaan jurnal ilmiah sebagai bahan pembelajaran menjadi suatu alternatif dihadapkan dengan masih minimnya kinerja riset. Tulisan ini bertujuan untuk membahas penggunaan jurnal ilmiah dalam pembelajaran sebagai salah satu bentuk metode PBR. Secara lebih detail, penulis mengidentifikasi manfaat dan hambatan penggunaan jurnal ilmiah dalam proses perkuliahan pada level sarjana program studi administrasi negara sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah untuk menyikapi hambatan penggunaan jurnal ilmiah sebagai bahan pembelajaran. Keywords Jurnal ilmiah pembelajaran berbasis riset bahan ajar 1. PENDAHULUAN Saat ini jargon universitas riset atau research university telah mentransformasi tata kelola dan strategi pendidikan tinggi dalam memberikan layanan pendidikan kepada mahasiswa. Konsep pembelajaran berbasis pengajaran (teaching-based learning) telah bergeser menjadi pembelajaran berbasis riset (research-based learning). Kondisi ini dipicu adanya ketimpangan antar aspek tridharma perguruan tinggi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Banyak institusi pendidikan tinggi terlalu memprioritaskan aspek pendidikan daripada kedua aspek tridhrama lainnya. Indikator dari fenomena ini adalah rendahnya kualitas dan kuantitas riset perguruan tinggi. Pemeringkatan hasil riset dalam level internasional memperlihatkan kinerja riset Indonesia tahun 2015 pada peringkat 49 dari 239 negara dengan 6280 dokumen. Prestasi ini meningkat 3 peringkat dibanding tahun sebelumnya pada posisi 52 dengan jumlah publikasi internasional 6229[1]. Namun demikian dari segi kualitas, prestasi ini terbilang menurun dengan indikator menurunnya jumlah pengutipan publikasi ilmiah tersebut [2]. Dari data Scimago, jumlah kutipan (citation) sebagai indikator kualitas riset menurun dari 1541 menjadi 1515.