Prosiding SENTIA 2015 – Politeknik Negeri Malang Volume 7 – ISSN: 2085-2347 C-1 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING PELAKSANAAN PEKERJAAN STUDI KASUS : SUKU DINAS PEKERJAAN UMUM TATA AIR KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN DENGAN METODOLOGI BERORINTASI OBYEK Lis Suryadi Komputerisasi Akuntansi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur JL.Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260 Telp. (021) 5853753, Fax. (021) 5866369 Abstrak Penggunaan teknologi saat ini sudah berkembang maju, yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyebaran, dan penyajian informasi. Sistem Aplikasi hingga saat ini telah mampu memberikan layanan yang menarik dan meringankan pekerjaan kepada khalayak publik, baik dalam layanan informasi maupun dalam layanan dokumentasi. Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administrasi Jakarta Selatan merupakan Unit Kerja Dinas Pekerjaan Umum pada Kota Administrasi Jakarta Selatan,yang mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pembinaan, pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, pengendalian dan pengamanan prasarana dan sara sumber daya air berdasarkan kebijakan teknik dari Kepala Dinas dan kebijakan operasional dari Walikota. Dalam pelaksaan tugasnya banyak sekali pekerjaan atau proyek- proyek yang sedang dilaksanakan dan tidak hanya pada satu tempat saja, hal ini membutuhkan pengawasan yang ekstra agar pekerjaan tersebut selesai susuai dengan waktu yang ditentukan. Pengawasan tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Masalah yang terjadi saat ini adalah sulitnya memonitoring pekerjaan yang sedang dilaksanakan terkait dengan perkembangan pekerjaan, ini disebabkan beberapa faktor salah satunya proses pencatatan atau pelaporan perkembangan proyek yang dilakukan secara manual, artinya setiap pengawas proyek setiap hari harus datang ke lokasi proyek untuk mencatat proses kemajuan pekerjaan kedalam form perkembangan pekerjaan dan wajib melaporkan setiap saat. Banyaknya data yang harus dicatat setiap hari sehingga sulit untuk menyelesaikan pekerjaan pelaporan tersebut tepat waktu sehingga menimbulkan keterlambatan dan ketidakakuratan dalam memberikan informasi. Dengan adanya permasalahan yang terjadi di Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administrasi Jakarta Selatan, maka timbullah kesadaran untuk membangun sebuah sistem yang dapat mempermudah dalam pengolahan data, mempercepat proses penyajian informasi yang akurat, mengurangi penumpukan arsip dan memudahkan pengelola dalam pencarian data, yaitu sebuah Sistem Informasi Monitoring Pelaksanaan Pekerjaan Pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administrasi Jakarta Selatan, metode pengembangan sistem dengan metodologi berorientasi obyek, apilikasi dibangun berbasis web dengan databases Mysql Server. Kata kunci : sistem informasi, monitoring, pelaksaaan pekerjaan, Metodologi Berorientasi Obyek 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Berkembangnya Teknologi di bidang informasi dan komunikasi memberikan harapan baru bagi dunia, baik dibidang pemerintahan, perindustrian, pendidikan, layanan publik, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi informasi yang lebih terasa juga pada perkembangan Sistem Aplikasi terutama dibidang perkantoran. Sistem Aplikasi hingga saat ini telah mampu memberikan layanan yang menarik dan membantu meringankan pekerjaan kepada khalayak publik, baik dalam layanan informasi maupun dalam layanan dokumentasi. Aplikasi dapat menampilkan dan membuat laporan sebagai bahan dokumentasi pada suatu pekerjaan dengan menggunakan teknologi Basis Data, yang mana teknologi Basis Data kian hari kian berkembang yang tentunya membawa perubahan di hampir semua aplikasi. Dengan semakin berkembangnya Sistem Aplikasi membuat tantangan baru untuk membuat suatu aplikasi atau sistem yang bersifat sederhana tapi bermanfaat besar, agar semakin efektif dan efisien dalam membuat laporan yang dibutuhkan. Tentunya dengan aplikasi atau sistem yang bersifat rumit akan mengurangi keefisienan dalam pembuatan