Wasil Sarbini, Kondisi Psikologis Anak Dari Keluarga Yang Bercerai Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2014 Abstrak Perceraian dalam suatu ikatan keluarga banyak terjadi. Tak sedikit dari perceraian tersebut yang berdampak negatif terhadap anak. Perihal ini membuat anak menjadi korban perceraian dari orang tua. Misalnya anak sering marah-marah, tidak percaya diri, sering merasa kesepian dsb. Tentu, psikologi anak dari keluarga yang bercerai akan mengalami hambatan dalam proses perkembangan diri. Di Situbondo, angka perceraian mencapai 2055 kasus pengajuan perceraian pada tahun 2010; ihwal ini merupakan angka perceraian tertinggi selama 5 tahun terakhir. Maka dari itu, penulis tertarik mengangkat penelitian ini untuk mengetahui dampak perceraian terhadap psikologi anak, khususnya anak keluarga petani yang melakukan perceraian di Desa Bungatan Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sebagai penentuan informan adalah anak yang sudah berumur 6-17 tahun yang ditinggalkan keluarganya bercerai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa psikologi anak dari keluarga bercerai mengalami dampak negatif yang cukup signifikan seperti, rendah diri terhadap lingkungannya, temperamen (mudah marah), serta rasa kecewa yang berkepanjangan terhadap orang tuanya. Kata Kunci: Psikologi, Anak , Bercerai Abstract Divorce in a family relationship many happened. Not a few of the divorces which negatively to a chlid. This subject makes chlid becomes divorce victim from old fellow. For example chlid often on the warpath, unconvinced of it’s self, often feels solitude, etc. Surely, psychology child from family which divorced will experience resistance in process of development it’s self. In Situbondo, divorce number reachs 2055 divorce proffering cases in the year 2010; about this is highest divorce number during 5 last year. Hence, writer interests lifts this research to know divorce impact to chlid psychology, especially child of farmer family doing divorce in Bungatan village, Situbondo town. This research applies technique snowball as determination of informan is chlid which has age 6-17 years leaved by the family divorced. Result from this research indicates that psychology child of from family divorced experiences negativity impact that is enough signifikan like, condescending at society, temperament (easy to fulminate), and endless discontented to the parents. Keyword: Psychology, Chlid , Divorced Wasil Sarbini, Kusuma Wulandari, S. Sos, M. Si Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember (UNEJ) Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 E-mail: E mile.acing@yahoo.com KONDISI PSIKOLOGI ANAK DARI KELUARGA YANG BERCERAI (THE CONDITIONS OF CHILD PSYCHOLOGY TOWARD FAMILY DIVORCED) 1