Aplikasi Metode Geolistrik ... Bulkis Kanata, Teti Zubaidah Teknologi Elektro 84 Vol. 7 No. 2 Juli – Desember 2008 APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER- SCHLUMBERGER UNTUK SURVEY PIPA BAWAH PERMUKAAN Bulkis Kanata, Teti Zubaidah Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram 83125, Tlp. 0370-6608703, Fax. 0370-636523 E-mail: uqikanata@te.ftunram.ac.id dan tetizubaidah@te.ftunram.ac.id Abstrak Metode geolistrik tahanan jenis merupakan salah satu dari metode geofisika yang dapat mendeteksi aliran listrik di dalam permukaan bumi, Salah satu aplikasi dari metode geolistrik tahanan jenis adalah dapat mengidentifikasi keberadaan pipa di bawah permukaan. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode Wenner-Schlumberger adalah metode dengan sistem aturan spasi yang konstan dengan catatan faktor pengali ’n’ adalah perbandingan jarak antara elektroda C1-P1 (atau C2-P2) dengan P1-P2. Instrumen yang digunakan adalah resistivitymeter yang dilengkapi dengan empat buah elektroda dan memiliki kemampuan dalam pembacaan output respon tegangan akibat arus yang diinjeksikan ke dalam permukaan pasir melalui dua buah elektroda arus dan dua buah elektroda potensial. Masukan instrumen tersebut berupa sumber tegangan DC sebesar 12 volt. Dalam penelitian ini digunakan sofware Res2Dinv untuk memetakan isoresistivity 2D di bawah permukaan yang diukur. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai resistivitas pipa sebesar 181.654 Ωm yang berada pada rentang nilai resistivitas pipa yang diamati sebesar 10 5 - 10 7 Ωm. Kata Kunci: Resistivitas, Isoresistivity 2D, Wenner–Schlumberger Abstract Geoelectric resistivity method is one of a branch of geophysics method that is able detect an electric current in the earth surface. One of the application of geoelectric resistivity method is able to identify the pipe in subsurface. This research used the resistivity geoelectric method i.e the Wenner-Schlumberger configuration which is a method with a constant spacing system with notice that factor of ‘n‘ is a spacing comparison between electrode C1-P1 (or C2-P2) with P1-P2. The instrument which is used i.e Resistivitymeter with four electrodes that able to read the output voltage respon as consequence current that has been injected in the sand surface through two potential electrodes and two current electrodes. The input of the instrument was dc voltage i.e 12 volt. In this research has been used software Res2Dinv for mapping the isoresistivity in two dimension in subsurface have been measured. The result of this research get the value of pipe resistivity was 181,658 Ωm which lie in the range of the pipe resistivity value that is 10 5 - 10 7 Ωm. Key Words: Resistivity, Isoresistivity 2D, Wenner-Schlumberger 1. PENDAHULUAN Adanya penanaman kabel, pipa dan lain-lain di bawah tanah untuk berbagai keperluan diantaranya kabel telepon, kabel listrik, pipa air dan sebagainya menghendaki keamanan dan keindahan lingkungan sehingga memerlukan perhatian khusus terutama masalah penggalian. Adanya ketidaktahuan kabel- kabel, pipa yang sudah ada dalam tanah, seringkali menimbulkan masalah diantaranya putusnya kabel, pecahnya pipa dan lain-lain. Untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut di atas, perlu dilakukan studi ke-geofisika-an. Penelitian ini merupakan suatu studi geofisika yang menerapkan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial dan arus listrik yang terjadi, baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus di dalam bumi. Metode ini dilakukan dalam sebuah wadah kaca dengan panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 0,6 meter. Sebagai host-rock digunakan pasir yang didalamnya terdapat pipa yang kemudian dilakukan penginjeksian arus menggunakan 4 buah elektroda yang terdiri atas 2 elektroda arus dan 2 elektroda potensial. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengaplikasikannya di lapangan yaitu untuk menentukan tahanan jenis (resistivitas) bawah permukaan dan memetakan formasi bawah REVISI, 18012017