Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 PENDAMPINGAN PEMBUATAN ANEKA OLAHAN RUMPUT LAUT SEBAGAI UPAYA PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT KEPULAUAN SAPEKEN SUMENEP Nurwidodo 1 , Abdulkadir Rahardjanto 2 , Husamah 3 , Mas’odi 4 1 Universitas Muhammadiyah Malang 2 Universitas Muhammadiyah Malang 3 Universitas Muhammadiyah Malang 4 STKIP PGRI Sumenep Alamat Korespondensi: Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, Telp/Fax. 0341-464318 E-mail: 1) nurwidodo88@yahoo.com, 2) rahardjanto@gmail.com, 3) usya_bio@umm.ac.id, 4) mas’odi@stkippgrisumenep.ac.id, Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pendampingan pembuatan aneka olahan rumput laut sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep, sebagai wujud implementasi program pengabdian IbW-CSR Petani Rumput Laut Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep Tahun II (2017). Metode pelaksanaan kegiatan IbW-CSR ini mengacu kepada analisis situasi program-program yang disepakati bersama dengan mitra berupa diskusi, sosialiasi, workshop, dan praktik langsung. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan apa yang diharapkan pada bagian pendahuluan dan uraian hasil dan pembahasan maka dapat dismpulkan bahwa wujud implementasi kegiatan IbW-CSR tahun II berupa pendampingan pembuatan aneka olahan rumput laut sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat, yaitu 1) sosialisasi kegiatan IbW-CSR ke Muspika Sapeken, Pemda Sumenep, dan tokoh-tokoh masyarakat;2 ) koordinasi dengan mitra; 3) persiapan dan pelaksanaan pelatihan pembuatan olahan rumput laut; 4) komunikasi penggalian informasi dan pengurusan izin nomor P-IRT ; 5) kunjungan ke lokasi budidaya di pulau Sadulang, analisis situasi dan potensi serta kompetensi masyarakat untuk mengolah rumput laut; 6) pendampingan masyarakat mitra melalui pengadaan alat pembuatan tepung dan sarana produksi ; 7) pendampingan teknik pengemasan olahan rumput laut, pengadaan alat/bahan produksi, dan pameran produk ; dan 8) penjajakan awal kerjasama dengan koperasi dan pengenalan produk ke pasar/konsumen. Kegiatan telah dilaksanakan dengan sukses dan sesuai rencana. Kata kunci: aneka olahan, potensi daerah, rumput laut, Sapeken sejahtera. 1. PENDAHULUAN Kecamatan (Kepulauan) Sapeken merupakan kecamatan terjauh dan paling timur (terluar) dari Kabupaten Sumenep [1, 2, 3]. Akses menuju Kepulauan Sapeken cukup sulit akibat faktor geografis dan sarana penunjang transportasi belum memadai [4], sehingga menyebabkan kecamatan ini semakin terisolir, mengalami kesenjangan, dan jauh tertinggal dari kecamatan lainnya, khususnya dari Sumenep daratan. Sebenarnya Kepulauan Sapeken memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) berbasis bahari/kelautan yang cukup besar dan sangat potensial untuk dikembangkan [5,6], salah satunya adalah budidaya rumput laut [7]. Sepuluh tahun terakhir mulai banyak bermunculan masyarakat di Kepulauan Sapeken yang membudidayakan rumput laut. Kondisi ini hampir merata di setiap pulau. Namun di beberapa pulau lain, misalnya Pagerungan Kecil dan Pagerungan Besar, 5 tahun terakhir justru tidak ditemukan lagi pembudidaya rumput laut. Beberapa pulau seperti Sadulang Besar, Sepanjang, dan Sasiil, masyarakatnya masih ada yang bertahan membudidayakan rumput laut hingga saat ini, dan umumnya sebagai usaha keluarga. Budidaya dilakukan secara tradisional, dimana hasil rumput laut dijual dalam bentuk basah ataupun kering, tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga harga jual relatif rendah [1,8].