Momentum, Vol. 10, No. 1, April 2014, Hal. 47-53 ISSN 0216-7395 Fakultas Teknik-UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 47 POTENSI SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MEREGENERASI MINYAK JELANTAH Lucia Hermawati Rahayu, Sari Purnavita * , dan Herman Yoseph Sriyana Akademi Kimia Industri “Santo Paulus” Semarang Jln. Sriwijaya 104 Semarang Tlp. 024-8442979 * Email: saripurnavita@yahoo.com Abstrak Pada penelitian ini dipelajari kemampuan sabut dan tempurung kelapa sebagai adsorben, untuk mengurangi kadar asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida (PV), dan warna gelap minyak goreng bekas. Pengolahan dengan adsorben ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas minyak jelantah sehingga umur pemakaian minyak goreng dapat diperpanjang. Adsorben dari bahan sabut maupun tempurung kelapa disiapkan pada berbagai metode perlakuan awal, yakni (1) tidak diarangkan, tidak dihilangkan ligninnya; (2) tidak diarangkan, dihilangkan ligninnya (delignisasi); (3) diarangkan biasa, tidak diaktivasi; (4) diarangkan biasa, diaktivasi; (5) dibakar 400 °C, tidak diaktivasi; (6) dibakar 400 °C, diaktivasi; (7) dibakar 600 °C, tidak diaktivasi; dan (8) dibakar 600 °C, diaktivasi. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkkan minyak goreng bekas dan adsorben pada suhu 75°C selama 30 menit, kemudian minyak disaring dan diamati perubahan kadar FFA, PV, dan warna yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabut dan tempurung kelapa pada berbagai metode perlakuan awal dapat mengurangi kadar FFA, PV, dan warna minyak goreng bekas. Metode perlakuan awal terbaik untuk memperbaiki kualitas minyak jelantah adalah metode tidak diarangkan dan didelignisasi, baik untuk bahan baku sabut maupun tempurung kelapa. Sabut kelapa mempunyai kemampuan adsorpsi sedikit lebih baik daripada tempurung kelapa. Kata kunci : minyak goreng bekas, sabut kelapa, tempurung kelapa, adsorpsi Abstract At this research was studied the ability of coconut fiber and coconut shell as adsorben, to decrease contents of free fatty acid (FFA), peroxide value ( PV), and dark colour of used cooking oil. Processing with this adsorben was expected can improve the quality of used cooking oil so that age using of cooking oil can be lengthened. Adsorben from coconut fiber and coconut shell are prepared with various of treatment method, that is ( 1) don’t charcoal, don’t be eliminated by its lignine, ( 2) don’t charcoal, eliminated by its lignine; ( 3) ordinary charcoal, don’t activated; ( 4) ordinary charcoal, activated; ( 5) burned at 400 °C, don’t activated ( 6) burned at 400 ° C, activated; ( 7) burned at 600 °C, don’t activated; and ( 8) burned at 600 ° C, don’t activated. Adsorption process done with contacted of used cooking oil and adsorben at temperature 75°C during 30 minute, afterwards oil were filtered and perceived by change of contents of FFA, PV, and colour that happened. Result of research indicate that coconut fiber and coconut shell at various of treatment method early can reduced of contents of FFA, PV, and colour of used cooking oil. Treatment method early best to improve;repair the quality of used cooking oil is method of don’t charcoal, eliminated by its lignine, either to coconut fiber or coconut shell. Coconut fiber have ability of adsorption a few better than coconut shell. Keyword : used cooking oil, coconut fiber, coconut shell, adsorption PENDAHULUAN Fungsi minyak goreng sebagai pengolah bahan makanan sangat vital dan kebutuhannya kian meningkat. Pemakaian minyak goreng berulang-ulang dapat memberi efek buruk bagi kesehatan karena minyak mengalami kerusakan akibat terjadinya proses hidrolisis, oksidasi, polimerisasi, dan reaksi pencoklatan saat digunakan untuk menggoreng. Proses oksidasi dan polimerisasi merusak sebagian vitamin dan asam lemak esensial dalam minyak sehingga dapat mengakibatkan keracunan dalam tubuh dan berbagai macam penyakit, seperti diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, dan kanker (Ketaren, 1986). Kerusakan minyak goreng mempengaruhi kualitas dan nilai gizi