DISASTER AND RESILIENCE FOR THE 2007 FLOOD EVENT
IN PART OF SUKOHARJO REGENCY
Sinta Damayanti
damayanti7379@yahoo.com
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo
Muh Aris Marfai
arismarfai@yahoo.com
Faculty of Geography,Universitas Gadjah Mada
ABSTRACT
Community resilience has become an important factor in a disaster mitigation plan.
Resilience is related to the ability to recover from a disaster and is for every person
different. This research intends to assess community resilience for flood disaster. Factors
for quantifying community resilience were asked to respondents by giving questionnaire
and interviewing them, and FGD was also done in order to generate flood map based on
the community knowledge. The FGD result shows that the flood depth in the study area
varies from 0 until 300 cm, and the duration of inundation varies from 1-7 days. Flood
also caused losses, and the distribution of the losses was Rp. 0 - 100,000,000,- although, in
general, the losses was merely below Rp. 2,000,000,-. Based on the weighting result, the
resilience value of the respondent is distributed from 0.113 until 0.700. The average
resilience value of Laban village is 0.403, and 0.368 for Kadokan village. The resilience
value was mostly influenced by human capital. In order to increase the community
resilience, government has established flood control devices and rehabilitated the dike along
the river.
Keywords : interviews, focus group discussion, flood characteristics, community resilience
ABSTRAK
Ketahanan masyarakat merupakan faktor penting dalam rencana mitigasi bencana.
Ketahanan berkaitan dengan kemampuan untuk pulih dari bencana dan berbeda untuk setiap
orang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketahanan masyarakat terhadap bencana
banjir. Faktor-faktor untuk mengukur ketahanan masyarakat ditanyakan kepada responden
melalui kuesioner dan wawancara. Selain itu, peta banjir dihasilkan berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat. Hasil FGD menunjukkan bahwa kedalaman
banjir di daerah penelitian bervariasi dari 0 hingga 300 cm, sedangkan durasi genangan
bervariasi dari 1-7 hari. Banjir juga menyebabkan kerugian dengan distribusi kerugian
sebesar Rp. 0 - 100,000,000,00. Namun, pada umumnya kerugian yang ditimbulkan masih
lebih kecil dari Rp. 2.000.000,-. Distribusi nilai ketahanan responden berdasarkan hasil
pembobotan berkisar antara 0,113 hingga 0,700. Nilai rata-rata ketahanan desa Laban
adalah 0,403, dan 0,368 untuk desa Kadokan. Nilai ketahanan sebagian besar dipengaruhi
oleh modal manusia. Dalam rangka, meningkatkan ketahanan masyarakat, pemerintah telah
membentuk perangkat pengendalian banjir dan merehabilitasi tanggul di sepanjang sungai.
ISSN 0024-9521
IJG Vol. 43, No. 2, December 2011 (111 - 122)
© 2011 Faculty of Geography UGM and
The Indonesian Geographers Association
Kata kunci: wawancara, diskusi kelompok, karakteristik banjir, ketahanan masyarakat