Konferensi Nasional Teknik Sipil 11 Universitas Tarumanagara, 26-27 Oktober 2017 KAJIAN TRANSPORTASI UMUM PRA DAN PASCA PENGOPERASIAN NEW YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (NYIA) Ibnu Fauzi 1 dan Okkie Putriani 2 1 Program Studi Magister Teknik Sipil Bidang Transportasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Email: ibnu.fauzi.civil@gmail.com 2 Program Studi Magister Teknik Sipil Bidang Transportasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Email: okkieandfriends@gmail.com ABSTRAK Interaksi guna lahan dan transportasi merupakan interaksi dinamis dan komplek dalam perencanaan pembangunan yang melibatkan infrastruktur dan masyarakat. New Yogyakarta International Airport (NYIA) dibangun dalam rangka pembangunan sarana transportasi yang memadai setelah pertimbangan Bandar Udara Adisutjipto sudah mengalami penurunan kualitas layanan. Konsep NYIA adalah Airport City dengan kapasitas rencana adalah 20 juta penumpang/tahun serta dapat menampung hingga 20 pesawat hal ini tentunya akan berdampak langsung dengan tarikan pergerakan yang cukup besar dan perlu sebuah perencanaan transportasi dan kebijakan dalam menangani permasalahan transportasi perkotaan baik dari sisi penyediaan (supply) maupun dari sisi kebutuhan (demand). Penelitian ini bersifat komparatif yang membandingkan data sekunder kondisi transportasi angkutan umum antara sebelum pengoperasian dan perencanaan saat NYIA beroperasi. Data sekunder diperoleh yang menunjang data primer diperoleh dari pihak PT. Angkasa Pura (Persero), BAPPEDA DIY, Dinas Perhubungan DIY dan Pemda Kulon Progo Serta DIY. Hasil analisis kondisi eksisting transportasi lokasi NYIA yang terletak di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progro berjarak ± 5 km dari Kota Wates (Ibukota Kabupaten Kulon Progo) dan ± 40 km dari pusat Kota Yogyakarta, saat ini rute Yogyakarta-Wates maupun sebaliknya telah dilayani yaitu 2 moda angkutan umum yaitu bus AKDP dengan 44 armada aktif dan kereta api dengan 4 kali keberangkatan. Berdasarkan kondisi kewilayahan dan transportasi serta RTRW DIY direkomendsikan keterpaduan intramoda dan multimoda dalam jaringan prasarana dan pelayanan, baik dalam pembangunan, pembinaan maupun penyelenggaraannya di dalam penyusunan sistem transportasi akses New Yogyakarta International Airport (NYIA) guna menjawab kebutuhan transportasi demand yang efektif, efesien dan berkesalamatan. Kata kunci: interaksi guna lahan, airport city, NYIA, multimoda 1. PENDAHULUAN Interaksi guna lahan dan transportasi merupakan interaksi dinamis dan komplek dalam perencanaan pembangunan yang melibatkan infrastruktur dan masyarakat. Interaksi ini melibatkan berbagai aspek kegiatan serta berbagai kepentingan. Perubahan guna lahan akan selalu mempengaruhi perkembangan transportasi dan sebaliknya. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019, ditargetkan pada tahun 2019 akan berdiri Bandar Udara baru NYIA (New Yogyakarta International Airport) di Kabupaten Kulon Progo. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 - 2019 Surat Keputusan Menteri Perhubungan KP. 1163 / Tahun 2003 11 November 2013 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dinyatakan lokasi bandar udara berada di Kecamatan Temon meliputi sebagian dari 5 (lima) wilayah desa yaitu Desa Glagah, Desa Palihan, Desa Sindutan, Desa Jangkaran, dan Desa Kebonrejo. Akhir Januari 2017 telah dimulai pembangunan groundbreaking peletakan batu pertama oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Rencana Pelayanan Kawasan Wilayah (PKW) pengembangan Kota Wates, Kulon Progo menjadi kawasan pendukung keberadaan bandara serta pengembangan airport city, green city, dan aerotropolis. NYIA direncanakan yang dapat menampung hingga 20 juta penumpang/tahun serta dapat menampung hingga 20 pesawat hal ini tentunya akan berdampak langsung dengan tarikan pergerakan yang cukup besar dan perlu sebuah perencanaan transportasi intermoda-multimoda yang berkelanjutan yang mampu menjawab kebutuhan transportasi demand yang berkesalamatan. Sehingga dilakukanlah kajian terhadap kondisi transportasi umum sebelum adanya NYIA dan perencanaan untuk tahap pengoperasin NYIA untuk memperoleh sebuah rekomendasi dalam sistem jaringan jalan moda transportasi yang akan digunakan sebagai akses mendatang.