TANTANGAN DAKWAH DI MIHWAR DAULI 1 Rhiza S. Sadjad 2 PENGANTAR Ketika mendapat “tugas” untuk menulis makalah ini, saya sedang berada di mancanegara, di sebuah tempat jauh dari tanah air yang kaum muslimin- nya menjadi minoritas. Sebagaimana biasa, sebelum menuliskan sesuatu, sangat penting menelusuri dulu apa saja yang sudah ditulis sebelumnya dan tersedia di “dunia maya”. Ternyata “Google Search” dengan judul makalah ini sebagai kata kunci menghasilkan 707 laman dalam 0,14 detik pada jam 21:30 di Tokyo, 23 September 2012. Berarti sudah cukup banyak juga bahan yang terkait dengan topik ini ditulis dan ditampilkan untuk dapat di-akses oleh publik di dunia maya. Sebagian di antaranya saya jadikan referensi utama penulisan makalah ini. Saya juga beruntung. Sebelum menulis makalah ini, kebetulan saya sempat menghadiri tauziah dari seorang ustadz “kondang” bernama ustadz Felix Siauw, yang kebetulan datang berkunjung. Beliau telah menulis beberapa buku, dan yang diberikan sebagai bahan tauziah beliau adalah buku beliau tentang Muhammad al-Fatih, pahlawan Islam yang pada tahun 1453 M berhasil menaklukkan kota Konstatinopel (sekarang bernama Istambul). Dikisahkan bahwa keberhasilan Muhammad al-Fatih di-motivasi oleh basyirah (vision) Rasulullah SAW yang dinyatakan ketika kaum muslimin sekitar 800 tahun sebelumnya sedang dalam keadaan prihatin menghadapi perang Khandaq yang dahsyat. Ustadz Felix Siauw mengisahkan bahwa Rasulullah SAW juga mem- visi-kan jatuhnya kota Roma ke tangan kaum muslimin. Hanya saja, berbeda dengan peristiwa jatuhnya kota Konstatinopel, dalam visi Rasulullah SAW, kota Roma kelak akan jatuh ke tangan kaum muslimin tanpa kekuatan senjata, tanpa pedang, tanpa tusukan tombak dan tanpa semburan anak-panah. Sebagaimana kita ketahui dari sejarah, salah satu faktor kemenangan Muhammad al-Fatih ditunjang oleh penggunaan meriam raksasa yang pertama kalinya digunakan dalam sejarah peperangan di dunia. “Jadi mungkin nanti kota Roma jatuh ke tangan kaum muslimin dengan “senjata” Twitter, Facebook, YouTube, ........”, kata ustadz Felix Siauw setengah bercanda. Tauziah ustadz Felix Siauw juga menjadi salah satu referensi penulisan makalah ini. Tentu saja, saya ingin juga mengacu pada referensi kita semua, Kitab Suci al-Qur'an. Saya kira, ayat 15 sampai 44 surat an-Naml, yang mengisahkan bagaimana Nabiyyullah Sulayman, a.s. berhasil menundukkan Kerajaan Saba' tanpa kekuatan senjata, bisa menjadi inspirasi utama penulisan makalah ini. Insya Allah. 1 Makalah “pesanan” BPK DPW PKS Sulawesi Selatan, akhir September 2012 2 Dosen UNHAS yang sedang “bertapa” di Jepang halaman ke 1 dari 13 halaman