TAWAKAL (al-tawakkul) & CINTA (al-mahabbah) JUDUL : GERBANG TASAWUF (Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi) PENULIS : DR.JA’FAR , MA PENERBIT : PERDANA PUBLISHING (Cetakan Pertama ,September 2016) A. Tawakal (al-tawakkul) Berasal dari bahasa Arab, wakila,yakilu,wakilan yang berarti “mempercayakan, memberi,membuang urusan,bersandar, dan bergantung,”istilah tawakal tersebut di dalam Alquran dalam berbagai bentuk sebanyak 70 kali. Dalam bahasa Indonesia, tawakal adalah “pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah (dalam penderitaan dan sebagai nya), atau sesudah berikhtiar baru berserah kepada Allah” Diantara kata tawakal yang digunakan di dalam Alquran, yakni : - Wakkalna sebanyak 1 kali - Yatawakalun sebanyak 5 kali - Wukila sebanyak 1 kali - Tawakal sebanyak 9 kali - Tawakaltu sebanyak 7 kali - Tawakalu sebanyak 2 kali - Tawakalna sebanyak 4 kali - Wakilun sebanyak 11 kali - Natawakala sebanyak 1 kali - Wakila sebanyak 13 kali - Yatawakal sebanyak 12 kali - Al-mutawakkilun sebanyak 3 kali - Al-mutawakillin sebanyak 1 kali Data ini menegaskan bahwa ajaran islam menghendaki para salik untuk menegakkan dan mendapatkan maqam tawakal. Al-Ghazali menyebutkan dalil-dalil kewajiban dan keutamaan tawakal kitab Ihya Ulum al-Din. Diantara dalilnya adalah Q.S. al-Ma’idah/5:3; Q.S.Ibrahim/14:12; Q.S. al- Thalaq/65:3; dan Q.S. Ali imran/3:159. Allah SWT. Dalam Shahih al-Bukhari, disebutkan ; Memberitakan kepada Ishaq, memberitakan kepadaku Rauh ibn Ubadah, memberitakan kepadaku Syu’bah, ia berkata bahwa aku mendengar Husain ibn ‘Abd al- Rahman berkata bahwa dari Sa’id ibn Jubair, ia berkata bahwa dari ibn ‘Abbas bahwa Rasullah Saw. Bersabda tujuh puluh ribu orang dari sebagaian umatku masuk surga tanpa hisab. Mereka adalah orang – orang yang tidaak meminta dibuatkan mantera, dan tidak