Journal Industrial Servicess Vol. 3 No. 1 Oktober 2017 1 Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Supply Chain Management di PT ALX Logistics Asep Ridwan Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon Jl. Jend. Sudirman Km. 3 Cilegon, Banten 42435 E-mail:asep.ridwan@untirta.ac.id Kulsum Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon Jl. Jend. Sudirman Km. 3 Cilegon, Banten 42435 E-mail: kulsum.ti@gmail.com Siti Murni Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon Jl. Jend. Sudirman Km. 3 Cilegon, Banten 42435 E-mail: sitimurni130895@gmail.com ABSTRAK Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kritis kinerja supply chain yang kemudian akan menjadi fokus usulan perbaikan. Pengukuran kinerja supply chain pada Lean Six Sigma Supply Chain Management dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) hanya sampai pada level 1 sedangkan peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator kritis adalah Perfect Order Fulfilment dengan besar persentase gap sebesar 14,37% dari nilai target. Waste yang paling mempengaruhi adalah backlog of work dimana penentuan waste ini berdasarkan bobot dan frekuensi kejadiannya. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya backlog of work yang mengakibatkan Perfect Order Fulfilment menjadi indikator kritis. Usulan perbaikan yang diberikan adalah memperbaharuhi fleet management system perusahaan, pelatihan ulang karyawan dan penguatan motivasi melalui program reward dan recognition, pemantauan terus-menerus KPI dan memberi batasan tonase yang ekonomis berdasarkan hasil simulasi. Kata Kunci: Supply chain, Supply Chain Operations Reference (SCOR), Lean Six Sigma, Simulasi 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. ALX merupakan perusahaan yang berkembang dan fokus pada usaha jasa logistik yang terintegrasi menjadi ALX Logistics. Saat ini PT ALX-Logistics berusaha untuk terus menerus memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang bergerak di jasa logistik khususnya dibagian unit usaha jasa transportasi. Tingginya persaingan bisnis di berbagai bidang jasa transportasi, telah membuat daya saing perusahaan menjadi penting dalam hal meningkatkan delivery performance dan menjaga loyalitas customer. Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Kesuksesan perusahaan sangat dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan didalam supply chain. Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Pengukuran kinerja supply chain yang mulai berkembang dan mulai diakui sebagai hal yang baik untuk diterapkan oleh perusahaan, yaitu Lean Six Sigma Supply chain Management dengan menggunakan metode Supply chain Operations Reference (SCOR). Dengan metode tersebut, peneliti menentukan atribut performansi kritis pada supply chain perusahaan, mengidentifikasi waste pada indikator dan atribut performansi kritis dan penentuan waste berdasarkan kerugian yang didapatkan perusahaan, menganalisis dan mengidentifikasi penyebab terjadinya waste kritis dengan pendekatan lean six sigma dan melakukan improvement yang bertujuan untuk mengurangi terjadinya waste. Hasil yang diperoleh direkomendasikan kembali kepada perusahaan sebagai pertimbangan untuk evaluasi