Agama, BudayaSri Astuti A. Samad 23 Agama, Budaya dan Perubahan Sosial Perspektif Pendidikan Islam di Aceh Sri Astuti A. Samad UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia Email: srihumairah1982@yahoo.co.id Abstrak Agama dan budaya di Aceh merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Agama menjadi warna bagi budaya, sebaliknya praktek-praktek budaya mengakomodasi agama secara begitu kental. Sehingga agama menjadi sebagai way of life yang mengkristal dalam sistem, pranata dan struktur sosial yang pada gilirannya terwujud menjadi world view (pandangan hidup). Begitu pula dalam pendidikan yang menjadi basisnya adalah dayah (pesantren) yang berfungsi sebagai; transmisi ilmu-ilmu Islam; pemeliharaan tradisi keislaman; dan reproduksi ulama. Kemudian meunasah yang berfungsi selain sebagai tempat pendidikan agama terutama pendidikan agama bagi anak (Quran) juga sebagai tempat ibadah, tempat pertemuan dan masyarakat gampong, pengajian ilmu agama bagi orang tua, pusat kegiatan sosial keagamaan, tempat penyelesaian konflik dan sengketa. Konflik yang berkepanjangan antara GAM dan pemerintah Indonesia dan musibah tsunami telah membawa perubahan sosial masyarakat Aceh, tetapi karena basis pendidikan Islam yang kuat maka kohesi dan integrasi sosial tetap terbangun dengan baik. Kata kunci: Agama, Budaya, Perubahan Sosial, Pendidikan Islam Pendahuluan Islam merupakan identitas masyarakat Aceh sangat mengental ketika mencapai kejayaannya, khususnya pada abad ke-17. 1 Agama tersebut menjadi pengikat bagi keragaman latar belakang suku bangsa, ras, dan bahasa. Karena seperti diketahui bahwa pada masa kejayaan berbagai bangsa datang dan menjadi tujuan imigrasi ke Aceh. Tercatat dari India, Persia, Arab (khususnya pesisir pantai timur Aceh) Cina (wilayah Tengah) dan Eropa (wilayah Aceh Jaya). Suku bangsa inilah yang kemudian bermetaformosa menjadi bangsa Aceh hari ini, dalam _____________ 1 Otto Syamsuddin Ishak, Aceh Pasca Konflik: Kontestasi Tiga Varian Nasionalisme, Banda Aceh: Bandar Publishing, 2013. h. 96.