Cara Pengolahan Susu Kambing Etawa Saat ini susu segar maupun susu bubuk merupakan produk yang sangat dibutuhkan masyarakat. Seseorang yang mengalami gangguan pencernaan (laktosa intoleranc) jika mengkonsumsi air susu sapi, dapat mengalihkannya pada air susu kambing, karena lebih mudah dicerna dan mengandung zat-zat yang diperlukan tubuh. Pemasaran air susu kambing segar terkendala oleh pertumbuhan mikroorganisme perusak, sehingga air susu kambing dalam bentuk segar dak tahan lama. Upaya menekan resiko kerugian dapat dilakukan dengan beberapa teknologi pengolahan, antar lain: pasteurisasi, susu bubuk, dodol susu, dan kefir. Kambing Peranakan Etawa merupakan kambing perah yang banyak dipelihara di berbagai wilayah di Yogyakarta. Usaha ternak kambing PE biasanya hanya untuk mendapatkan keturunan/anak dan belum banyak petani yang tujuan pemeliharaannya mengarah kepada produksi air susu kambing PE. Keengganan peternak untuk memproduksi air susu kambing dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, antara lain bau apek yang kurang disukai sebagian konsumen. Belum mengetahui teknik memerah dan repot dengan kegiatan lainnya. Beberapa alasan yang dikemukakan kemungkinan ada kaitannya dengan kedaktahuan petani tentang kebutuhan pasar terhadap air susu kambing PE. Pasteurisasi dapat dilakukan dengan memanaskan air susu pada suhu + 65 o C selama 15 menit, dengan tujuan membunuh bakteri perusak. Selanjutnya air susu kambing didinginkan secepatnya, dengan Sumber : hp://www.susukambings.com/2017/11/pengolahan-susu-kambing-etawa.html