220 J.Indon.Trop.Anim.Agric.29(4) Dec 2004 PENERAPAN UJI – t (DUA PIHAK) DALAM PENELITIAN PETERNAKAN (An Aplication of the t - Test (Two Tails) in Animal Science Experiment) R. Hartanto Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji – t secara benar di bidang peternakan. Sebagai objek penelitian adalah penerapan data uji kesamaan rata-rata antara kecernaan rumput raja dan rumput gajah. Kecernaan pakan pada penelitian tersebut ditentukan secara in vitro dengan prosedur Tilley dan Terry. Uji – t dilakukan secara dua pihak, yaitu pada kecernan rumput gajah dan kecernaan rumput raja. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara kecernaan pakan rumput raja dan rumput gajah. Kesimpulan yang diambil adalah bahwa penerapan uji – t harus didahului dulu dengan uji kesamaan varians. Kata kunci : Uji – t, data kecernaan pakan, analisis ABSTRACT The aim of this study was to analyse a proper aplication of t – test in animal science experiment. The test case applied the similar data of king grass and elephant grass digestibility. The digestibility of grasses were determined using the in vitro procedure of Tilley and Terry method. Two tail t – test was used in this data analysis. The result showed that in vitro digestibility of king grass and elephant grass were significantly different. The study suggested that a homogen test of variance must be accomplished prior to t – test analysis. Keywords : t – test, feed digestibility data, analysis PENDAHULUAN Beberapa penelitian bidang peternakan membandingkan antara dua keadaan atau tepatnya dua populasi, misalnya membandingkan dua jenis ransum, dua jenis rumput, dua jenis ternak, dua jenis es krim, dua jenis susu, dua jenis daging. Perbandingan dua keadaan tersebut menggunakan dasar distribusi sampling mengenai selisih statistik, misalnya selisih rata-rata dan selisih proporsi. Kadang-kadang penelitian dilakukan terhadap sampel populasi yang tak terbatas atau perlakuan yang sifatnya merusak (Sudjana, 1996). Kesimpulan dari penelitian tersebut, nantinya akan digeneralisir menuju ke arah populasinya (IPWI, 1995). Uji - t dan uji - F merupakan contoh dari statistik parametrik yang memerlukan sejumlah asumsi-asumsi kuat dalam peenggunaannya. Jika asumsi-asumsi tersebut sahih, maka uji – uji parametrik inilah yang paling besar kemungkinannya untuk menolak H0 ketika H0 salah. Syarat – syarat yang harus dipenuhi untuk membuat uji – t menjadi uji paling kuat adalah observasi – observasi harus saling independen, observasi – observasi harus ditarik dari populasi yang berdistribusi normal, populasi – populasi tersebut memiliki varians yang sama dan variabel – variabel yang terlibat harus terukur setidaknya dalam skala interval (Siegel, 1994). Perbandingan nilai rata-rata dua buah sampel dengan nilai n yang kecil (n<30) dan simpangan