WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM Nama : Nur Islah Sugianto NIM : L041171314 Program Studi/Fakultas : Sosial Ekonomi Perikanan/Ilmu Kelautan dan Perikanan Topik : Kebudayaan Masyarakat Pesisir Judul : Budaya Patorani di Galesong, Kabupaten Takalar A. PENGANTAR Bahasa dapat merefleksikan warna budaya suatu komunitas masyarakat, oleh karena itu eksistensi suatu bahasa sering dihubungkan dengan eksistensi budaya. Suatu hal yang bersifat universal bahwa kebudayaan merupakan hasil hubungan manusia dengan alamnya yang dilatarbelakangi oleh adat kebiasaan setempat dan untuk pengendalian ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan orientasi keyakinan, norma-norma dan nilai-nilai tertentu yang merupakan hasil konvensi bersama (Gelebet, 1992). 1 Kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan beragam bentuk aktivitas dapat membawa konsekuensi lahirnya beragam bentuk bahasa (ungkapan). Salah satu fenomena bahasa yang dapat diamati adalah bentuk ungkapan kelompok masyarakat nelayan suku Makassar yang bermukim di pesisir pantai, khususnya nelayan Makassar pencari telur ikan terbang di Kecamatan Galesong Utara dan Galesong Selatan Kabupaten Takalar yang dinamakan nelayan “Patorani”. Secara geografis Kabupaten Takalar terletak pada posisi pantai Barat Propinsi Sulawesi Selatan, kurang lebih 40 Km ke arah Selatan dari kota Makassar dengan luas wilayahnya sekitar 556.51 Km 2 . 2 1 Iswary, Ary. ‘Bentuk Ungkapan Nelayan Makassar (Patorani) dalam Akvitas Pencarian Ikan Terbang :Salah Satu Bentuk Pertahanan Bahasa dan Budaya Daerah’. hp://www.linguisk- indonesia.org/images/files/BentukUngkapanNelayanMakassar(Patorani).pdf . Di akses pada 16 November 2017, pukul 21:00 WITA. 2 Ibid.