OPTIMASI PRODUKSI DENGAN PERENCANAAN PRODUKSI (AGGREGATE PLANNING) MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI (TABULAR) DI INDUSTRI AUTOMOTIF Marsudi 1 , Hery Hamdi Azwir 2 Fakultas Teknik, Teknik Industri, President University Jl. Ki Hajar Dewantara Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi Indonesia 17550 Email : 1 mars_pu09@yahoo.com, 2 hery.azwir@president.ac.id ABSTRAK Penerapan strategi perencanaan dan pengendalian produksi yang tepat dengan menjaga konsistensi produk yang berkualitas sehingga perusahaan dapat bersaing dan berkembang adalah mutlak diperlukan. Untuk mencapai hal tersebut perencanaan produksi kurang optimal, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan untuk memperoleh biaya produksi yang lebih kecil. Perencanaan produksi yang dilakukan adalah dengan melakukan peramalan produksi yang lebih akurat, sebagai dasar perencanaan produksi agregat. Setelah dilakukan perhitungan peramalan produksi dengan metode Last period demand, Arithmetic average (average methods), Single moving average (SMA), Weighted moving average (WMA), Single exponential smoothing (SES dengan nilai α = 0.1, α = 0.5, α = 0.9). Diperoleh metode peramalan yang memberikan nilai yang lebih akurat, yaitu dengan nilai presentase kesalahan yang terkecil yaitu 11.60% artinya tingkat akurasi 88.40 % dengan metode Single exponential smoothing (SES dengan α = 0.9). Sedangkan dari hasil perhitungan aggregate planning dengan metode transportasi (tabular) diperoleh total biaya / cost produksi dalam setahun sebesar Rp 2,789,659,000 dengan perhitungan maksimal overtime, dengan cost over time sebesar Rp 1,426,748,000. Dengan menurunkan downtime mesin sebesar 18.91% dengan cara melakukan preventive maintenance, maka diperoleh saving cost overtime sebesar 45.08%. Kata kunci : Forecasting, Aggregate Planning, Arithmetic average, Last period demand, Single exponential smoothing, Single moving average, Weighted moving average, Tracking signal-Brown. 1. Pendahuluan Kemajuan teknologi industri dan perkembangan strategi perekonomian menyebabkan semakin pesatnya persaingan antar perusahaan. Salah satunya adalah perkembangan strategi perencanaan dan pengendalian produksi yang tepat, dengan menjaga konsistensi produk yang berkualitas sehingga suatu perusahaan dapat berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. PT. XY adalah salah satu perusahaan yang menerapkan perencanaan dan pengendalian produksi dalam proses manufaktur. PT. XY yang berdiri sejak tahun 1978 berlokasi di Kawasan Industri Jababeka I. Merupakan perusahaan joint venture antara PT. Y (Astra Internasional) dengan X Corporation Japan. PT. XY adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang otomotif. Perusahaan ini memproduksi shock absorber, steering steem dan power steering. Dengan proses utama assembling, machining, metal forming, welding, aluminium gravity casting, heat treatment, surface treatment, painting dan plating. Salah satu departemen dari PT. XY adalah Aluminium product department merupakan bagian produksi 2W (roda dua), yang mempunyai sub departemen yaitu Casting, Machining, Buffing dan painting Al. Pada Sub Departemen Casting khususnya yang memproduksi produk U/B, Gear Housing dan D/C. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana mengoptimasi biaya produksi produk U/B yang terdiri dari beberapa tipe, yaitu KY, K1, K2, K3 dan K4. Sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain. Hal ini dikarenakan untuk menurunkan tingginya biaya produksi. Dengan tujuan profit yang lebih tinggi dan dapat bersaing dengan kompetitor, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk mendukung tujuan bisnis perusahaan. Maka perlu peramalan (forecasting) yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan produksi (aggregate planning) produk U/B lebih tepatnya berdasarkan rata rata proporsi jumlah produksi untuk masing masing tipe tiap periodenya, sehingga dapat memberikan hasil produksi yang maksimal. Upaya melakukan optimasi peramalan dan perencanaan produksi yang lebih tepat merupakan tuntutan mutlak dalam proses produksi manufaktur untuk mendapatkan nilai keuntungan yang sebesar - besarnya.