Ja'far. (2016). Gerbang Tasawuf. Medan: Perdana Publishing. Halaman 85 - 90 MENGENAL AL AHWAL Maya Purnamasari Sitorus Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email : mayapurnamasarisitorus16@gmail.com PENDAHULUAN Artikel ini akan membahas tentang rasa selalu diawasi oleh Allah swt (al-muraqabah) , rasa takut kepada Allah SWT dan siksaannya ( al- kauf), rasa ketergantungan hati pada sesuatu yang di cintai yakni Allah swt ( harap/ al-Raja’), dan rasa rindu ingin bertemu dengan Allah swt ( Rindu / AL-Syawq) berdasarkan buku yang ditulis ja’far gerbang tasawuf. PEMBAHASAN A. Mengenal al-ahwal. Sebagian sufi pernah menyebut beberapa contoh al-ahwal adalah al-muraqabah, al- khauf, al-raja’ dan al-syawq. Sebagaimana halnya dengan maqam, dalam jum;ah dan formasi al-hal ini juga terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli sufi. Diantara sekian banyak nama dan sifat al-hal itu yang terpenting dan popular adalah sebagai berikut : 1. Al-Muraqabah Kata muraqabah memang tidak digunakan Al-quran, meskipun kata yang seakar dengannya dapat ditemukan antara lain raqiba, dan semua kata yang seakar dengan al- muraqabah disebut sebanyak 24 kali. Menurut al-Qusyairi, muraqabah didasari oleh Q.S. Al- Ahzab:52, serta hadis Nabi Muhammad saw mengenai al-iman, al-islam dan al-ihsan, dimana makna al-ihsan merupakan isyarat dari muraqabah yang merupakan ilmu hamba untuk melihat Allah swt dan hati menyakini bahwa Allah swt Maha Pengawas, mengetahui keadaannya, melihat perbuatannya dan mendengan ucapannya. Keadaan ini dirasakan ketika salik mengawasi diri sendiri tehadap perbuatannya di masa lalu, memperbaiki diri senidiri di masa kini selalu berada di jalan kebenaran, mengadakan hubungan baik dengan Allah sambil menjaga hati, menjaga jiwa agar selalu berhubungan dengan-Nya, dan memelihara-Nya dari segala hal.