[ 1 ] IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SMP NEGERI KOTA PAREPARE RUSTAN EFENDY Jurusan Tarbiyah dan Adab STAIN Parepare AMIRUDDIN M Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan UIN Alauddin Makassar abstract This study discusses about the implementation of character education in the town of Parepare. Samples were selected based on purposive sampling (samples intended). Type of research is a ield of research using qualitative descriptive analysis. The results showed that the implementation of character education at Secondary School Level town of Parepare is not maximized. The indicators include many still occur cheating in examinations, both at the level of indiscipline students and educators, and a lack of evaluation of the relevant parties. Therefore, repeninjauang important and more serious effort from both schools, teachers, pupils, parents, the wider community and the Department of Education for the City level with seriously address the issue of character education implementation and prepare facilities means that pre-associated with these efforts. Keywords: Character Education abstrak Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pendidikan karakter di kota Parepare dengan menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter tingkat Sekolah Menengah di kota Parepare belum maksimal. Indikatornya adalah masih sering terjadi kecurangan dalam ujian, ketidakdisiplinan baik di tingkat siswa maupun tingkat pendidik dan kurangnya evaluasi pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, perlu keseriusan dari stakeholders terkait baik dari sekolah, guru, pelibatan orang tua serta masyarakat dan Kementerian Pendidikan untuk bersinergi menangani masalah pelaksanaan pendidikan karakter dan menyediakan fasilitas (sarana/pra sarana)untuk mendukung tujuan pelaksaan pendidikan karakter. Kata Kunci : Pendidikan Karakter PenDahuluan Fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan kita, mengisyaratkan bahwa telah terjadi degradasi moral, diperparah lagi dengan efek tayangan televisi, kupasan media cetak, internet yang marak dengan berita- berita tentang sikap-sikap negatif, seperti tidak menghargai, perkelahian, tawuran, pelecehan, pemerkosaan dan juga pembunuhan yang dilakukan oleh peserta didik di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai kota besar di negara ini. Diperparah lagi terjadinya politisasi dan komersialisasi dunia pendidikan menambah boroknya sitem pendidikan kita. Pendidikan direduksi menjadi sebatas persekolahan yang mengharuskan untuk mempersiapkan manusia menjadi tenaga kerja dalam kerangka mekanisme pasar dunia. Terlupakannya hal mendasar yaitu nilai agama dan budaya dalam pendidikan bukannya menghasilkan manusia budaya, melainkan manusia buaya (El Mubarok, 2009: 32). Kondisi ini berimplikasi terhadap kehidupan