Idealisme adalah doktrin metafisik dan epistemologis bahwa ide atau pemikiranlah yang menjadi hal fundamental di kenyataan. Seungguhnya, bahwa seluruh filosofi yang membahas bahwa satu-satunya hal yang dapat diketahui adalah kesadaran, dimana kita dapat menjadi yakin bahwa materi atau apapun diluar yang selain diri benar-benar ada. Meski, satu hal yang nyata adalah keberadaan jiwa, bukan benda fisik. Idealisme adalah bentuk dari Monoisme (sebagai lawan dari dualisme atau pluralisme), dan berada di pihak berlawanan juga tetapi sama-sama pehaman monois seperti fisikalisme, materialisme ( yang mempercayai bahwa hal yang dapat dibuktikan benar-benar ada adalah materi fisik) dan naturalism. Juga berlawanan dengan realism (yang memegang pendapat bahwa materi memiliki eksistensi absolut tanpa perlu persepsi pengetahuan kita). Definisi luas dari idealism dapat ditemukan dibanyak sudut pandang dalam agama, meski sudut pandang idealis tersebut tidak perlu dimasukkannya entitas seperti Tuhan, makhluk supernatural, atau keberadaan kehidupan setelah kematian. Adalah pemahaman yang disebarkan di sekolah Yogacara Buddha, yang mengembangkan Mahayana. Beberapa pemahaman Hindu juga menggunakan idealis, meski juga mengembangkan bentuk dualism sama seperti Kristen. Di pemahaman umum awam, idealisme dideskripsikan sebagai manusia yang memiliki harapan tinggi ,prinsip atau nilai yang dikejar dan dianggap tujuan), kadang dengan konotasi bahwa apa yang ideal sangat tidak terealisasi atau tidak praktis. Kata ideal juga sering digunakan sebagai ajektif untuk mendesain kualitas yang sempurna, diinginkan dan terbaik, yang sangat tidak dimaksudkan seperti dalam filsafat karena secara epistimologi penggunaan kata idealism, dimaksudkan untuk menyebut representasi mental(jiwa). History of Idealism Back to Top Plato adalah salah satu filsuf yang membahas apa yang disebut dengan idealisme, meski Idealisme Platonic nya sangat membingungkan sehingga sering dianggap atau sebut dengan Realisme Plato. Ini karena, meski bentuk atau semesta (yang mana bukan termasuk materi “ide” dalam arti luas), Plato menetapkan bahwa bentuk ini memiliki eksistensi sendiri yang independent, yang mana bukan merupakan tempat seorang idealis, tetapi seorang realis. Bagaimanapun, sering dibahas bahwa Plato mempercayai bahwa “realitas menyeluruh” (yang dipisahkan dari eksistensi saja) dapat tercapai melali pemikiran,dan dia dapat dimasukkan sebagai seorang non-subjektif, “transcendental” idealis, mirip seperti Kant. Rene Descartes adalah salah satu orang pertama yang mengklaim bahwa semua apa yang kita ketahui ada di kesadaran kita masing-masing, dan dunia ekstenal luas hanyalah sebuah gagasan atau gambaran dari pemikiran kita. Meski, dia menganggap, sangat mungkin untuk meragukan realitas dari dunia luar yang terdiri dari objek yang nyata, dan “aku berpikir, maka aku ada” adalah pernyataannya yang tidak dapat diragukan. Selanjutnya, Descartes dapar dimasukkan sebagai idealis epistemology awal.