Tropical Animal Husbandry Vol. 2 (1), Januari 2013: 51-57 ISSN 2301-9921 Kecernaan Nutrien dan Performan Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Jantan yang Diberi Ampas Tahu Fermentasi dalam Ransum A. R. Widodo, H. Setiawan, Sudiyono, Sudibya dan R. Indreswari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta 57126 Email:rysca1103@uns.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas tahu fermentasi (ATF) dalam ransum terhadap kecernaan nutrien dan performan puyuh jantan. Materi yang digunakan adalah puyuh jantan umur 1 hari sebanyak 400 ekor dengan bobot badan awal 12,75 + 1,27 gram. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan sebagai berikut : P 0% = ransum basal 100%, P 5% = ransum basal 95% + ATF 5%, P 10% = ransum basal 90% + ATF 10% dan P 15% = ransum basal 85% + ATF 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ATF tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, kecernaan nutrien, konversi ransum dan rasio efisiensi protein (REP) tetapi penggunaan ATF lebih dari 5% menurunkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) puyuh. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ATF dapat digunakan sampai taraf 5% dalam ransum puyuh. Kata kunci: puyuh jantan, ATF, kecernaan, performan Digestibility of Nutrient and Performance of Male Quail (Coturnix coturnix japonica) Were Given Tofu Waste Fermented in the Diet ABSTRACT The research aimed to determine the effect of tofu waste fermented (TWF) on digestibility of nutrient and performance of male quail. The experiment used 400 male quails aged 1 day old, with initial body weight 12,75 + 1,27 gram. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments were P 0% = basalt ration 100%; P 5% = basalt ration 95% + 5% TWF; P 10% = basalt ration 90% + 10% TWF and P 15% = basalt ration 85% + 15% TWF. The results showed that feed consumption, digestibility of nutrient, feed conversion ratio and protein efficiency ratio (PER) were not significantly (P>0,05) affected by TWF. However, the use of TWF more than 5% to decrease of body weight gain. The conclucion of this research was TWF can be used up to 5% in the diet. Key words: male quail, TFBP, digestibility, performance PENDAHULUAN Puyuh jantan merupakan jenis unggas yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil protein hewani karena mudah dipelihara, biaya pemeliharaan tidak terlalu besar serta dapat diusahakan pada lahan yang tidak terlalu luas (Mahfudz et al., 2009). Nasution (2007) menyatakan bahwa faktor yang terpenting dalam pemeliharaan puyuh adalah pakan. Hal ini dikarenakan 80% biaya yang dikeluarkan peternak digunakan untuk pembelian pakan. Untuk itu diusahakan pemanfaatan bahan pakan lain yang harganya relatif murah, mudah mendapatkannya dan tidak berbahaya bagi