41 Pemikiran Ibn Khladun tentang Ashabiyah (Nurul Huda) PEMIKIRAN IBN KHALDUN TENTANG ASHABIYAH Nurul Huda Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jl. Ahmad Yani, Tromol Pos I, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102 Telp. (0271) 717417, 719483 (Hunting) Faks. (0271) 715448 ABSTRAK Tulisan ini akan mengkaji pemikiran Ibn Khaldun tentang ashabiyah dalam konsep negara. Menurut Ibn Khaldun, ashabiyah merupakan un- sur penting dalam membangun negara. Tanpanya, negara akan mudah runtuh karena tidak memiliki ikatan solidaritas sosial yang kuat, untuk saling bekerjasama, membangun sikap saling pengertian, dan bahu- membahu mempertahankan keutuhan negara. Selain itu, ia juga berpen- dapat bahwa dalam konteks negara Islam saat itu, kaum Quraisy merupa- kan kelompok yang paling mampu mempertahankan solidaritas umat Islam, sehingga layak untuk dipilih menjadi pemimpin (khalifah) negara. Pendapat tersebut didukung oleh fakta sejarah yang menunjukkan keunggulan kaum Quraisy dibanding kaum lainnya. Kaum Quraisy mem- punyai karisma dan kemampuan untuk menjadi pemimpin. Oleh sebab itu, keunggulan tersebut merupakan bekal untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan umat Islam untuk hidup bernegara. Kata Kunci: ashabiyah, negara, khalifah mengharuskan dirinya merespon, meng- analisis, kemudian menghasilkan solusi untuk memberi solusi terhadap persoalan yang dihadapi. Dengan demikian, solusi yang diberikan akan membumi dan Pendahuluan Perkembangan konsep maupun teori yang dikembangkan seorang intelektual tentu tidak terlepas dari kondisi sosial maupun politik yang