Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 1 PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY) DENGAN PERBANDINGAN METODE PD T-05-2005-B DAN MANUAL PERKERASAN JALAN NOMOR 02/M/BM/2013 Iskandar, Gunawan Wibisono 2 , Elianora 2 1) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau 2) Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau Email : iskandar.iskandar@student.unri.ac.id ABSTRACT Directorate General of Highways has issued many rules and guidelines in plotting the added layer thickness. These guidelines and rules continue to be improved and refined by DGH. This research will be discussed with the thickness of layers added by doing comparison method of Pd T-05-2005-B and Road Pavement Design Manual No. 02 / M / BM / 2013. The result of the analysis showed that the accumulated equivalent value of sunburst standard of 10 years old age of 6,546,500.63 ESA. Differences in seasonal and temperature correction factors make the result of the thickness of the layers added by two different methods. The result for thick layer added method Pd T-05-2005-B equal to 13,0 cm while for Road Pavement Design Manual No. 02 / M / BM / 2013 equal to 8,6 cm. Keywords : Benkelman Beam, deflection, overlay A. PENDAHULUAN A.1 Latar Belakang Transportasi darat adalah satu diantara beberapa transportasi yang sangat penting untuk meningkatkan pembangunan suatu daerah, searta baik itu peningkatan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Oleh karena itu pembangunan jalan sangat penting untuk diperhatikan baik dari segi perencanaan maupun perawatan jalan. Keadaan jalan yang baik dan sesuai dengan kelayakan jalan sebagaimana mestinya akan berdampak baik pula pada pengguna jalan. Namun adakalanya dimana keadaan jalan mengalami kerusakan- kerusakan yang disebabkan karena jalan itu telah melewati batas dari umur rencananya, atau terjadi hal-hal yang tidak diduga seperti bencana alam yang berpotensi mengakibatkan jalan jadi cepat rusak, atau karena permasalahan lainnya. Kerusakan tersebut dapat berupa penurunan, retak- retak, pelepasan butir pada bagian badan jalan. Jalan yang mengalami keruskan dapat menimbulkan ketidak nyamanan dan bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan. Ketika suatu perkerasan sutah tidak bisa menahan beban lalu lintas yang diterima atau umur rencana layanan jalan sudah hasis, maka harus dilakukan lapis tambah (overlay) pada perkerasan lama yag sudah ada. Lapis tambah berfungsi untuk meningkatkan kapasitas struktur dan masa layanan dari perkerasan lama akibat dari bertambahnya beban lalu lintas yang akan datang(sukirman 2010). Dalam melakukan perencanaan tebal lapis tambah (overlay) di Indonesia bisa digunakan metode yang dikeluarkan oleh Bina Marga, metode terhakir yang dikeluarkan oleh Bina Marga adalah Manual Desain Perkerasa Jalan Nomor 02/M/BM/2013 (Bina Marga 2013). Metode Bina Marga 2013 ini merupakan penyempurnaan dan memiliki kesamaan dengan metode Pd T-05-2005-B (Bina Marga 2005) namun ada beberapa yang