ISLAM RELITAS: Journal of Islamic & Social Studies Vol 2, No 1 Januari Juni 2016 I Ngurah Suryawan 63 Di antara Ugatamee dan.............. Diantara Ugatamee dan Injil: Transformasi Teologi-Teologi Pribumi di Tanah Papua I Ngurah Suryawan Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA) Papua Barat ngurahsuryawan@gmail.com Diterima: 2 Februari 2016 Direvisi : 23 Mei 2016 Diterbitkan: 20 Juni 2016 Abstract Artikel ini mendiskusikan tradisi lisan berupa teologi-teologi pribumi yang diyakini oleh berbagai komunitas di tanah Papua tentang Tuhan mereka sebagai penyelamat kehidupan. Teologi pribumi tersebut dalam sejarahnya berperan penting dalam pembentukan pengetahuan tentang religi, adat, dan budaya yang menjadi orientasi kehidupan mereka. Teologi-teologi pribumi yang ada di tanah Papua mengalamai transformasi saat hadirnya agama. Ketegangan antara teologi pribumi dan nilai-nilai injil dalam agama Kristen khususnya berdampak serius terhadap orientasi religi sekaligus budaya masyarakat. Artikel ini mendalami beberapa ajaran teologi pribumi, diantaranya adalah Ugatamee, Hai dan Koreri beserta tradisi-tradisi lisannya dan transformasi-transformasi yang dialaminya. Kata kunci: transformasi, teologi pribumi, agama, tradisi lisan, pengetahuan budaya Abstrak Artikel ini mendiskusikan tradisi lisan berupa teologi-teologi pribumi yang diyakini oleh berbagai komunitas di tanah Papua tentang Tuhan mereka sebagai penyelamat kehidupan. Teologi pribumi tersebut dalam sejarahnya berperan penting dalam pembentukan pengetahuan tentang religi, adat, dan budaya yang menjadi orientasi kehidupan mereka. Teologi-teologi pribumi yang ada di tanah Papua mengalamai transformasi saat hadirnya agama. Ketegangan antara teologi pribumi dan nilai-nilai injil dalam agama Kristen khususnya berdampak serius terhadap orientasi religi sekaligus budaya masyarakat. Artikel ini mendalami beberapa ajaran teologi pribumi, diantaranya adalah Ugatamee, Hai dan Koreri beserta tradisi-tradisi lisannya dan transformasi-transformasi yang dialaminya. Kata kunci: transformasi, teologi pribumi, agama, tradisi lisan, pengetahuan budaya Pendahuluan Adalah di Kampung Tadauto, Debey, Deiyai Papua kisah ini berawal. Sosok yang menginspirasi kelahiran gerakan teologi lokal bagi orang-orang Mee itu adalah Wodeyokaipouga Bobii yang kemudian menciptkan komunitas Komunitas Wodeyokaipouga yang mempelajari ajaran- ajaran tentang teologi lokal yang kontekstual yang mereka terapakan dalam kehidupan sehari-hari sebelum agama samawi hadir. Dalam horizon yang lebih luas, ajaran teologi- teologi lokal yang “membadan” dalam kehidupan komunitas penganutnya adalah ekspresi teologis (kepercayaan) sekaligus kebudayaan tentang Ugatamee (Tuhan dalam bahasa Mee). Ajaran-ajarannya tidaklah berada di awang-awang namun memiliki relasi historis dengan kehidupan sosial budaya mereka secara luas. Perspektif teologi lokal dari Wodeyokaipouga Bobii dan komunitasnya ini