1 ANALISA HUBUNGAN INDEKS KELUARAN RAOB BERDASARKAN PENGAMATAN RADIOSONDE DENGAN KEJADIAN HUJAN DAN GUNTUR DI POLONIA Deassy Eirene Doloksaribu * , Dr. Bisman Perangin-angin, M. Eng.Sc * (*) Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Sciences University of North Sumatera, Medan, Indonesia, dsydolok@gmail.com ABSTRAK Salah satu data yang diperlukan untuk membuat prakiraan cuaca adalah data udara atas (Radiosonde) dan data pengamatan permukaan. Sehingga dalam penelitian ini, dianalisa Hubungan Indeks keluaran RAOB berdasarkan pengamatan Radiosonde dengan kejadian hujan dan guntur pada bulan Februari dan Oktober 2010 2014 dengan menggunakan metode statistik regresi logistik agar mengetahui peluang kejadian hujan dan guntur dari keluaran RAOB pada musim hujan dan kemarau di Polonia. Hasil analisis setelah di validasi dan di verifikasi menunjukkan bahwa nilai ketetapan klasifikasi pada musim kemarau sekitar 0.7 sampai 1 sehingga dapat digunakan untuk memprediksi keadaan cuaca, tetapi saat musim hujan nilai ketetapan klasifikasi cukup baik sekitar 0.2 sampai 0.7, sehingga dibutuhkan data pendukung lainnya dalam memprediksi cuaca. Kata Kunci: RAOB, Hujan, Regresi Logistik Pendahuluan Stasiun Meteorologi Polonia adalah instansi yang bertugas membuat prakiraan cuaca (hujan) di Sumatera Utara. Salah satu data yang digunakan untuk membuat prakiraan kejadian hujan dan guntur adalah data hasil pengamatan udara atas yaitu data berbagai parameter cuaca per lapisan atmosfer seperti suhu, kelembaban, tekanan, dan lain-lain di lapisan permukaan sampai 10mb. Data ini diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan peralatan Radiosonde. Radiosonde adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur kondisi udara atas, yaitu unsur-unsur cuaca seperti suhu, kelembaban dan tekanan udara pada lapisan mulai dari permukaan sampai lapisan ketinggian yang dapat dijangkau oleh alat tersebut. Radiosonde terdiri dari transmiter dan receiver. Transmiter yang dilengkapi oleh sensor pengukur cuaca lapisan atas diterbangkan dengan bantuan balon gas yaitu balon yang diisi dengan gas Hidrogen. Pada setiap lapisan udara yang sudah diprogramkan sensor akan melakukan pengamatan otomatis, selanjutnya mengirimkan data hasil pengamatannya melalui transmitter, selanjutnya data ditangkap oleh receiver. (Prawirowardoyo, 1996). Data yang terkumpul diolah dengan mengunakan perangkat lunak RAOB (Rawinsonde Observation Programs) sehingga menghasilkan berbagai keluaran yang dapat menjelaskan kondisi dinamika atmosfer pada suatu wilayah di atas permukaan bumi tersebut, seperti stabilitas atmosfer Showalter Stability Index (SSI), Lifted Index (LI), K-Index (KI), Convective Available Potential Energy (CAPE), Total-total Index, Sweat Index. Keluaran RAOB yang menggambarkan kondisi