Abdullah Idi dan Jamali Sahrodi p-ISSN: 1412-1697; e-ISSN: 2477-3816 http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar Intizar, Volume 23, Nomor 1, 2017 1 Moralitas Sosial dan Peranan Pendidikan Agama Abdullah Idi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia Email: abdullahidi_uin@radenfatah.ac.id Jamali Sahrodi Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia Email: jamali_sahrodi@yahoo.co.id Abstrak Salah satu permasalahan berbangsa yang mendasar akhir-akhir ini adalah kecenderungan terjadinya degradasi atau pergeseran moralitas sosial yang melibatkan anak-anak usia sekolah, usia remaja dan mahasiswa/ pemuda. Tidak jarang mereka disinyalir terlibat dalam beragam bentuk perilaku sosial yang menyimpang (social deviance), seperti: tindakan kriminal, narkoba, minuman keras, begal, free-sex, rendahnya sopan-santun dan rasa hormat antarsesama, kebut-kebutan di jalan raya, melanggar rambu-rambu lalu lintas, tawuran, yang sekaligus bertanda buruknya moralitas sosial di kalangan generasi muda. Pendidikan karakter (akhlak) melalui optimalisasi peranan pendidikan agama diharapkan sebagai salah satu upaya reduksi dan preventif terhadap perilaku demoralisasi sosial yang sedang melanda generasi muda (pelajar, remaja dan mahasiswa/pemuda) yang diharapkan dapat meneruskan estafet kepemimpinan masa depan. Kata Kunci: Moralitas Sosial, Peranan Pendidikan Agama Pendidikan selalu diharapkan menjadi solusi strategi terhadap berbagai persoalan masa depan anak-anak, masa depan masyarakat, dan masa depan bangsa, sebagai ikhtiar memperbaiki harkat dan martabat kehidupan. Daniel U Levine & Robert J. Havighurst (1989, hal. 229) mengatakan: The school seeks to help young people from lower-status families rise on the social scale, and the extent to which society is meritocratic depends partly on how effective educational system is in this short. Thus, the social