I-Finanance Vol. 3. No. 2. Desember 2017 Pengaruh Upah Minimum Kota......Maya Panorama dan Lemiyana 141 PENGARUH UPAH MINIMUM KOTA (UMK) TERHADAP KESEMPATAN KERJA DAN PENGANGGURAN DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2004-2014 Maya Panorama 1 (maya.izuddin@yahoo.com) Lemiyana 2 (lemiyana@gmail.com) Abstract In Palembang the number of labor force shows an increasing number in the period of 11 years ie from 2004 to 2014. The increase in the workforce is followed by an increase in working population accompanied by an increasing number of unemployed. This study aims to determine how much the effect of wages on employment and unemployment from 2004 to 2014. Data analysis used in this study is multiple linear regression, where Y shows the variable of employment and unemployment, while X shows the variable minimum wage city . Based on the analysis conducted shows that wages have a positive effect on employment. This indicates that wage increases are in line with increased employment. Wages have a negative effect on job seekers graduating from junior high school, job seekers graduated from senior high school, job seekers graduated from S2 / S3, while wages have no effect on unemployment, job seekers graduated from primary school, graduated job seekers D1 / D2 / D3, job seekers graduated S1, and work placement . Keywords: Employment Opportunity, Job Seeker, Job Placement, Wage Unemployment. PENDAHULUAN Permasalahan ketenagakerjaan disadari bersifat kompleks karena mempengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dengan pola hubungan yang seringkali tidak mudah untuk dipahami. Karena sifatnya yang kompleks, maka penanganan persoalan ketenagakerjaan memerlukan pendekatan yang menyeluruh atau lintas sektor serta diletakkan dalam arus utama (mainstream) perencanaan pembangunan 3 . Dimensi masalah ketenagakerjaan bukan hanya sekedar keterbatasan lapangan atau peluang kerja serta rendahnya produktivitas namun jauh lebih serius dengan penyebab yang berbeda-beda. Pada dasawarsa yang lalu, masalah pokonya tertumpu pada kegagalan penciptaan lapangan kerja yang baru pada tingkat yang sebanding dengan laju pertumbuhan output industri. Seiring dengan berubahnya lingkungan makro ekonomi mayoritas negara-negara berkembang, angka pengangguran yang meningkat pesat terutama disebabkan oleh terbatasnya permintaan tenaga kerja, yang selanjutnya semakin diciutkan oleh faktor-faktor eksternal yang padagilirannya telah mengakibatkan 1 Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Raden Fatah Palembang 2 Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Raden Fatah Palembang 3 Marpaleni, Situasi Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang: BPS Provinsi Sumatera Selatan, 2012, hlm. 2