al-Ihkâ Vol.11 No.2 Desember 2016 DOI 10.19105/al-ihkam.v11i2.928 Pengaruh Islam dan Budaya dalam Pembentukan Hukum di Indonesia Ja’far Baehaqi (Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Jl. Raya Walisongo No. 35 Semarang, E-mail: baehaqi1@yahoo.co.id) Abstrak: Terdapat hubungan antara Islam dan budaya di satu sisi dan hukum di sisi lain. Tulisan ini berusaha menjawab permasalahan tentang pengaruh Islam dan budaya dalam pembentukan hukum di Indonesia. Melalui pendekatan sistem diperoleh jawaban bahwa Islam dan budaya di Indonesia memainkan peran yang penting dalam menciptakan ketertiban dan kesalihan sosial. Sebagai suatu sistem kepercayaan komprehensif yang mencakup dimensi ukhrawî dan duniawi sekaligus Islam memainkan peran sebagai sumber inspirasi dan legitimasi. Sedangkan budaya sebagai produk manusia dalam merespon alam dan kehidupan yang dijalani memainkan peran sebagai pedoman hidup dan tingkah laku di samping agama. Sebagai sarana untuk menciptakan ketertiban maupun alat rekayasa sosial, hukum di Indonesia tidak bisa lepas dari Islam dan budaya. Pembentukan hukum negara niscaya harus mempertimbangkan Islam dan budaya. Kalau tidak, maka hukum akan terasing dan kehilangan relevansi. Kata Kunci: Pengaruh Islam, Budaya, Pembentukan Hukum, Indonesia Abstract: There is a relationship between Islam and culture on the one hand and the law on the other hand. This paper attempts to answer the question about the influence of Islam and the culture in the formation of law in Indonesia. Through a system approach, it is found that Islam and culture in Indonesia plays an important role in creating social order and piety. As a comprehensive belief system that includes the dimensions of the hereafter and worldly life at the same time, Islam plays the role as a source of inspiration and legitimacy. Meanwhile, as a product of human in responding to natural and life lived, culture plays a role as a way of life and behavior in addition to the religion. As a means to create order and a tool of a social engineering, laws in Indonesia can not be separated from Islam and culture. Establishment