Kisah Sengsara dan Wafat Yesus (Berdasarkan Injil Yohanes) Sengsara dan wafat Yesus berawal dari kisah penangkapan-Nya di taman Getsemani oleh para prajurit dan penjaga bait Allah. Mereka datang bersama Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus. Peristiwa ini tidak mengejutkan Yesus karena Ia sudah tahu apa yang akan menimpa diri- Nya. Namun, para murid yang berada di situ bersama Yesus tidak memahami maksud dari peristiwa itu sehingga mereka berusaha melawan untuk melindungi Yesus. Bahkan, Petrus memotong telinga salah seorang hamba imam besar. Akan tetapi Yesus menegur Petrus dan merelakan diri-Nya ditangkap oleh para prajurit dan penjaga bait Allah. Setelah ditangkap, Yesus dihadapkan kepada Hanas dan Kayafas, imam besar untuk dimintai keterangan mengenai pengikut dan ajaran-ajaran-Nya. Saat itu Yesus menunjukkan bahwa Ia tak bersalah atas tuduhan kepada-Nya. Pada saat yang bersamaan, Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Pada penyangkalannya yang ketiga, berkokoklah ayam dan teringatlah Petrus akan perkataan Yesus kepadanya. Karena tidak menemukan kesalahan pada Yesus, para imam kepala bersama tua-tua dan ahli Taurat bersepakat untuk membawa-Nya ke gedung pengadilan. Di sana Yesus dihadapkan kepada Pilatus. Kemudian Pilatus menanyai Yesus perihal kerajaan- Nya tetapi Yesus tidak memberi jawaban secara langsung atas pertanyaan itu. Yesus baru memberikan jawaban secara langsung atas pertanyaan kedua dari Pilatus. Dari hasil penyelidikan tersebut, Pilatus tidak menemukan kesalahan apapun dari Yesus. Maka Pilatus berniat untuk membebaskan Yesus. Namun, orang banyak lebih memilih Barabbas untuk dibebaskan daripada Yesus. Lalu Pilatus mengambil Yesus untuk diselidiki bahkan disesah tetapi Pilatus tetap saja tidak menemukan kesalahan apapun pada Yesus. Sebanyak tiga kali Pilatus berusaha membebaskan Yesus namun atas desakan orang banyak, akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Yesus memanggul salib-Nya sampai ke bukit Golgota dan di tempat itulah Dia disalibkan bersama dengan dua orang penjahat. Di atas salib Yesus terdapat tulisan “Yesus orang Nazareth, Raja orang Yahudi”. Tulisan itu ditulis dalam tiga bahasa yakni bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani agar semua orang dapat membacanya. Namun tulisan itu ditentang oleh para pemimpin Yahudi yang menganggap Yesus bukan Raja. Dengan menunjuk mazmur 22:8, pakaian-pakaian Yesus diundi di antara para prajurit. Di bawah kaki salib Yesus berdirilah Maria ibu-Nya, Maria istri Kleopas, dan Maria Magdalena serta Yohanes murid-Nya. Lalu Yesus mempercayakan murid yang dikasihi-Nya (semua murid yang dipanggil untuk mengikuti Yesus) kepada ibu-Nya (mewakili umat Allah atau Gereja). Supaya tergenapilah apa yang tertulis dalam Kitab Suci, Yesus berkata “Aku haus”. Lalu para prajurit mencucukkan anggur asam ke mulut Yesus. Setelah meminum anggur asam itu, Ia berkata “Sudah selesai”. Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena pada hari itu merupakan hari persiapan Paskah bagi orang Yahudi, maka untuk mempercepat kematian orang-orang yang disalibkan itu, para prajurit mematahkan kaki dua penjahat. Namun karena Yesus sudah wafat, maka mereka menikam lambung-Nya dengan tombak. 1