Penerapan Metode Inversi HVSR ........Bambang sunardi dkk 53 Penerapan Metode Inversi HVSR Untuk Pencitraan 3-D Kecepatan Gelombang Geser (Vs) di Kulon Progo Bagian Selatan Application of HVSR Inversion for 3-D Shear Wave Velocity Imaging at Southern Kulon Progo Bambang Sunardi 1* , Elsadella Nindya Putri 2 , Pupung Susilanto 1 , Drajat Ngadmanto 1 1 Puslitbang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jl. Angkasa 1/No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720 2 Jurusan Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jl. Margonda, Depok 16424 I N F O A R T I K E L A B S T R A K Naskah masuk : 9 Juli 2017 Naskah diperbaiki : 9 September 2017 Naskah diterima : 20 Oktober 2017 Kata kunci: Mikrotremor HVSR Inversi Kecepatan Gelombang Geser Keywords: Microtremor HVSR Inversion Shear Wave Velocity Kulon Progo bagian selatan, meliputi Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, dan Lendah merupakan wilayah rawan terdampak bencana gempabumi. Untuk meminimalkan dampak bencana tersebut, desain struktur bangunan hendaknya memperhatikan sifat dinamis dan kondisi lokal tanah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model 3-D kecepatan gelombang geser (Vs) di Kulon Progo bagian selatan menggunakan metode inversi HVSR. Data mikrotremor di 25 titik pengukuran dianalisis menggunakan metode HVSR. Hasil analisis HVSR selanjutnya diinversi dengan prinsip forward modeling hingga diperoleh model Vs di masing-masing titik pengukuran, yang akan dipergunakan untuk membuat model 3-D kecepatan gelombang geser (Vs). Hasil penelitian menunjukkan nilai Vs bervariasi dari 80 - 1500 m/s. Nilai Vs relatif lebih rendah dan tebal dominan berada di Wates dan Panjatan. Ketebalan lapisan tanah dengan nilai Vs yang relatif rendah semakin menipis kearah timur dan barat laut. A B S T R A C T Southern Kulon Progo, covering Temon, Wates, Panjatan, Galur, and Lendah District are earthquake prone areas. To minimize the disaster impact, design of the building should pay attention to the dynamic and local soil conditions. This study aimed to obtain 3-D shear wave velocity (Vs) model in Southern Kulon Progo using HVSR inversion. Microtremor data at 25 point were analyzed using the HVSR method. The result of HVSR analysis is then carried out by inversion with the forward modeling principle to obtain Vs model of each measurement point, which will be used to create 3-D shear wave velocity (Vs). The study results showed that Vs values vary from 80 - 1500 m/s. Areas with lower Vs and dominant thick were in Wates and Panjatan. The thickness of the layer with low Vs is increasingly thinning towards the east and northwest . © 2017 Jurnal Riset Geofisika 1. PENDAHULUAN Kulon Progo bagian selatan, mencakup lima kecamatan antara lain, Temon, Wates, Panjatan, Galur, dan Lendah (Gambar 1), merupakan salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang rawan terdampak bencana gempabumi. Gempabumi yang berpusat di Bantul pada 27 Mei 2006 dan gempa Kebumen 25 Januari 2014 merupakan contoh gempabumi yang memberikan dampak di wilayah tersebut. Guna meminimalkan kerusakan akibat bencana tersebut, desain struktur bangunan hendaknya memperhatikan sifat dinamis dan kondisi lokal tanah setempat [1, 2]. Karena itulah, penelitian tentang karakteristik dinamis tanah menjadi penting bagi pengembangan dan pembangunan suatu wilayah. Korespondensi penulis. Alamat e-mail: b.sunardi@gmail.com Berbagai metode seismik telah berkembang untuk mempelajari karakteristik dinamis tanah. Diantara beragam metode tersebut salah satunya yang paling populer adalah metode mikrotremor Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) yang dikemukakan oleh Nakamura [3]. Metode mikrotremor cukup terkenal karena relatif sederhana dan ekonomis untuk memperkirakan frekuensi dominan lokal tanah setempat. Gelombang yang terekam dalam metode mikrotremor pada dasarnya hampir sama dengan metode seismik, namun perbedaan mendasar keduanya adalah sumber dari gelombang tersebut. Mikrotremor merupakan getaran tanah selain gempabumi yang dapat bersumber dari alam seperti gelombang laut, angin, atmosfer dan juga aktivitas manusia seperti lalu lintas, industri, dan lain-lain [4]. Sering juga mikrotremor di definisikan sebagai getaran tanah yang kecil dan terus- menerus yang bersumber dari berbagai macam getaran dan saling beresonansi [5].