Posisi Dan Fungsi Teori Dalam Penelitian Kualitatif Madekhan *) *) Dosen Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Lamongan Abstract There is a growing interest on qualitative methodology as evidence by an increasing number of qualitative research design employed in social science researches. In qualitative inquiry process, the role of theory in the field of social science and where it situates in the research framework has always created a challenge for the researchers. However, inconclusive and differing opinions have so far been documented about the position and function of theory in qualitative research. The purpose of this paper is to build a general perspective in terms of the position and function of theory in qualitative research methodology applicable to social science research. Review of literatures on these issues were presented and discussed. As a result, mostly argue that theory in qualitative research is not in terms of testifying the validity or accuracy, event or experience in real-life cannot always or necessarily be based on theory, yet the significant role of theory in literature review is an undeniable fact. Here, theory is a road guidance in qualitative research. Key Words: qualitative, social research, position and function of theory. I. PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF Setiap penelitian bermaksud untuk menemukan atau mengembangkan pengetahuan. Pengetahuan itu adakalanya berupa teori, yang merupakan penjelasan terhadap gejala-gejala, dan adakalanya berupa knowledge yang merupakan konsep-konsep atau pola- pola regulasi yang terdapat di alam ini. Selain itu, penelitian juga bermaksud untuk menemukan pengetahuan yang berupa strategi-strategi untuk pemecahan suatu masalah. Pada dasarnya penelitian kualitatif dapat digunakan untuk ketiga maksud tersebut (Bahar, 2011). Untuk menggali ragam pengetahuan yang disebut di atas, penelitian kualitatif mempunyai caranya sendiri, yang berbeda dari penelitian kuantitatif. Jika penelitian kuantitatif bertolak dari suatu teori dan kemudian bermaksud untuk mengujinya, maka dalam penelitian kualitatif tidak demikian halnya. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertolak dari ketidaktahuan, artinya peneliti belum memiliki pengetahuan tentang obyek yang diteliti, termasuk jenis data dan kategori-kategori yang mungkin ditemukan. Karena itu, penelitian kualitatif tidak menggunakan teori yang sudah ada sebagai dasar pengembangan teoritiknya. Penelitian kualitatif berangkat dari suatu komitmen untuk memperoleh data secara alamiah: peneliti beranggapan bahwa pemerolehan pengetahuan secara sistematik harus berada dalam suasana alamiah ketimbang dalam suasana artifisial atau buatan seperti eksperiman (Marshall dan Rossman (1989). Lebih sistematis dikemukakan Bryman (1988, hal 61-69) bahwa penelitian kualitatif memiliki 6 kriteria, sebagaimana dalam tabel 1 berikut: 1 1 dalam Silverman 1993 hal 23-25 Tabel 1. Kriteria Penelitian Kualitatif 1 Melihat melalui mata dari ... atau menurut perspektif subjek. 2 Menggambarkan detail-detail kebiasaan di dalam kehidupan sehari-hari; 3 Memahami tindakan dan makna dalam konteks sosialnya. 4 Menekankan waktu dan proses 5 Lebih terbuka dan desain penelitiannya relatif tidak terstruktur, 6 Menghindari konsep dan teori pada tahap permulaan. Bila mengacu Tabel 1 di atas maka Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan. Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data yang sarat dengan konteks, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya, secara umum tujuan penelitian kualitatif adalah untuk “menemukan”. Menemukan berarti sebelumnya belum pernah ada atau belum diketahui. Bisa dikatakan bahwa pendekatan kualitatif lebih menekankan pada esensi dari fenomena yang diteliti. Kebenaran dari hasil analisis penelitian kualitatif lebih bersifat ideographik, tidak dapat digeneralisasi. Hasil analisis penelitian kualitatif naturalistik lebih bersifat membangun, mengembangkan maupun menemukan teori-teori sosial. Dengan metode