PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN JASMANI *) Ayi Suherman Abstrak Krisis global Pendidikan Jasmani yang akhir-akhir ini menjadi topik pembicaraan ternyata bermuara pada semakin terpinggirkannya bidang studi pendidikan jasmani dalam struktur kurikulum pendidikan. Mengapa hal itu terjadi? Apakah pendidikan jasmani tidak sesuai dengan kebutuhan anak didik? Apa yang seharusnya direkonstruksi dalam kurikulum pendidikan jasmani agar mampu merespon kebutuhan? Aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum? Bagaimana kurikulum harus dikembangkan? Faktor pendukung apa yang perlu diperhatikan? Tulisan ini akan mengkaji ikhwal kurikulum pendidikan jasmani yang menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pelaksanaan pendidikan jasmani itu sendiri. Pendidikan Jasmani harus menjadi salah satu instrumen utama kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan harus memberikan pengalaman seluas-luasnya kepada anak untuk belajar dan bereksplorasi serta diberikan secara seimbang antara kemampuan fisik dan psikis, antara otak kiri dan otak kanan. Muatan kurikulum pendidikan jasmani tidak hanya ditekankan pada penguasaan motorik, tetapi juga pengembangan nilai-nilai kepribadian. Kurikulum harus bersifat integratif dan eklektif. Kurikulum pendidikan jasmani juga harus seimbang dan efaktif agar mampu mendorong terjadinya proses pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan pribadi anak secara utuh yang mencakup ranah intelektual, fisikal, emosional, spiritual, dan sosial. Dalam kaitan ini, diperlukan gerakan back to basic untuk mengembalikan pendidikan jasmani sesuai dengan proporsinya dan me-reaktualisasi model pembelajaran yang dikembangkan. PENDAHULUAN Sebagai salah satu komponen pendidikan yang wajib diajarkan di sekolah, pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan manusia seutuhnya. Pendidikan jasmani tidak hanya berdampak positif pada pertumbuhan fisik anak, melainkan juga perkembangan mental, intelektual, emosional, dan sosialnya. Ditempatkannya pendidikan jasmani sebagai rangkaian isi kurikulum sekolah bukanlah tanpa alasan. Kurikulum yang merupakan seperangkat pengetahuan dan keterampilan merupakan upaya yang