HYBRID FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING DALAM PEMILIHAN MATA KULIAH PILIHAN Muhammad Rizal, E. Haodudin Nurkifli, S.T., M.Cs., Betha Nurinasari, M.Kom. Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Teknik Informatika Universitas Singaperbangsa Karawang Jalan H.S.Ronggowaluyo,Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, 41361 Indonesia m.rizal@student.unsika.ac.id Abstract Elective courses are useful for the student to develop his ability to be even better, with a more in- depth study of certain subjects or certain fields of study according to their own interests. Based on the results of the questionnaire 89% of students feel confused when choosing elective courses and 86% of students in need of a decision support system to help students in choosing elective courses. The methodology used is software engineering and using Software Development Life Cycle (SDLC) method with prototype model because in accordance with the research that will be done with the phase of system usage which is relatively short. The calculation process is done by using the SAW method for calculating weights and TOPSIS method to perform calculations. Based on the results of the questionnaire, the application can offer recommendations and provide information on the subject of the result of the selection with an overall average score is 87.29%. So that this application is approved to resolve the problem in the selection of elective courses. Keyword Decision Support System, FMADM, Hybrid, Prototype, SAW, TOPSIS. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknik Informatika adalah program studi pada fakultas ilmu komputer Universitas Singaperbangsa Karawang yang mengharuskan mahasiswa memilih mata kuliah pilihan. Pemilihan mata kuliah pilihan ini dilaksanakan mahasiswa yang telah memasuki semester 6. Mata kuliah pilihan berguna untuk mahasiswa mengembangkan kemampuan dirinya menjadi lebih baik lagi, dengan lebih mempelajari secara mendalam mata kuliah tertentu atau bidang pembelajaran tertentu sesuai dengan minat mereka masing-masing. Pada gambar 1.1, dapat dilihat bahwa 89% mahasiswa merasa kebingungan ketika akan memilih matakuliah pilihan dan 86% mahasiswa membutuhkan sistem untuk pendukung keputusan untuk membantu mahasiswa dalam memilih matakuliah pilihan. Gambar 1. 1 Diagram Hasil Kuesioner Fuzzy Multiple Attribute Decision Making adalah metode yang terdapat pada decision support system. Metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribut atau kriteria, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian sebelumnya mengenai mengenai metode fuzzy MADM ini, pernah dilakukan oleh Fairuz (2016) dengan mengaplikasikan metode SAW dalam penentuan peminatan siswa pada pada SMAN 1 Bojong. Sedangkan Rendra (2016) mengaplikasikan fuzzy MADM untuk pemilihan dosen berprestasi dengan mengkombinasikan metode ANP (untuk menentukan bobot) dan metode TOPSIS (untuk melakukan perankingan). Selain itu, Andrika (2013) melakukan Analisis dan implementasi metode hybrid recommender system untuk studi kasus sistem pengambilan matakuliah, dan didapat tingkat akurasi rata-rata sekitar 77,846% setelah dilakukan proses pengujian dari 8 mahasiswa. Untuk itu maka penulis melakukan penelitian dengan judul “HYBRID FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING DALAM PEMILIHAN MATA KULIAH PILIHAN”. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi untuk membantu mahasiswa yang akan mengambil atau memilih mata kuliah pilihan, karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang sudah ditentukan sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih akurat terhadap pemilihan mata kuliah pilihan. Sehingga diharapkan dapat memudahkan mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah pilihan, dan dapat terfokus untuk mengambil penelitian mengenai apa, ketika menyelesaikan tugas akhir.