Sistem Harga Pokok Produksi dengan Pendekatan Job Order Costing dan Pengaruhnya Terhadap Laba Usaha Mukhtar AK, SE, MM dan Muhammad Wali, ST 345 Sistem Harga Pokok Produksi dengan Pendekatan Job Order Costing dan Pengaruhnya Terhadap Laba Usaha Mukhtar AK, SE. MM 1 , Muhammad Wali, ST 2 1) Akademik Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia (AMIKI) Banda Aceh 2) Akademik Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia (AMIKI) Banda Aceh Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan pendekatan job order costing, kesesuaian perhitungan harga pokok produksi dan mengetahui pengaruh harga pokok produksi terhadap laba pada Usaha Meubel Meudang Perkasa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan regresi linier sederhana. Penelitian menemukan bahwa perhitungan harga pokok produksi pada Usaha Meubel Meudang Perkasa menggunakan pendekatan job order costing dan penerapan sistem harga pokok tersebut sudah dilaksanakan secara baik sesuai dengan prinsip-prinsip jor order costing. Selanjutnya harga pokok produksi berdasarkan pendekatan job order costing berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba usaha Meubel Meudang Perkasa. Perhitungan harga pokok produksi dengan pendekatan job order costing dapat meningkatkan laba usaha meubel tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem perhitungan harga pokok produksi dengan pendekatan JOC sudah cocok diterapkan dalam pengelolaan usaha Meubel Meudang Perkasa Perabot. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, pengelola usaha Meubel Meudang Perkasa Lambhuk Banda Aceh menggunakan sistem harga pokok produksi dengan pendekatan job order costing dalam pencatatan keuangan usahanya. penerapan sistem tersebut sudah memiliki pengaruh positif bagi peningkatan laba usaha. Kata Kunci: Job Order Costing, Harga Pokok Produksi, dan Laba Usaha Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi sekarang ini banyak usaha usaha kecil yang muncul dan berkembang. Perkembangan usaha sangat bergantung pada aktifitas usaha yang dijalankan, baik usaha dagang, industri, maupunjasa, semakin luas dan berkembangnya usaha ini menyebabkan terjadinya persaingan antar perusahaan. Disadari atau tanpa di sadari persaingan ini mengutamakan kualitas dan selera konsumen, perusahaan yang terus berkembang selalu ingin membuat terobosan baru dengan berbagai tampilan yang menarik minat konsumen. Hal ini disebabkan karena perusahaan yang ingin berkembang tetap memperhatikan kepuasan konsumen dengan harga terjangkau. Saat ini, salah satu bidang usaha yang banyak diminati adalah usaha bidang industri, salah satunya adalah Usaha Produksi Meubel. Usaha meubel ini pada dasarnya memiliki beberapa faktor pendukung seperti modal usaha, persedian bahan baku dan tenaga kerja yang terampil. Usaha meubel ini lebih berorientasi pada pesanan yang dilakukan konsumen berdasarkan selera konsumen tersebut. Disamping itu penyediaan bahan baku sangat menunjang dalam bidang usaha ini. Tenaga kerja yang dibutuhkan juga harus memiliki keterampilan dan keahlian khusus yang memadai. Pada usaha meubel ini, penerapan akuntansi biaya dapat dilakukan berdasarkan pesanan yang diterima (job order costing) dan berdasarkan proses produksi secara kontinyu (proses costing), dimana biaya proses digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi dalam perusahaan yang berproduksi secara massal. Dalam perusahaan ini proses produksi dilakukan secara terus menerus dan produksi ditujukan untuk memenuhi persediaan. Jadi harus ditangani secara cermat untuk menghindari kesalahan dalam menghitung harga pokok produksinya. Sedangkan dalam sistem job order, produk dihasilkan pun berdasarkan pesanan, sehingga biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dihitung berdasarkan pesanan yang diterima dan produk yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi para pemesan. Dengan penerapan metode job order costing, maka informasi yang dihasilkan mengenai perhitungan harga pokok produksi harus akurat dan handal, sistem akuntansi biaya yang dilaksanakan ditunjang dengan elemen sistem akuntansi biaya yang baik. Menyadari pentingnya harga pokok produksi bagi manajemen, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh sistem harga pokok produksi berdasarkan produk (metode job order costing) terhadap laba yang dihasilkan perusahaan.