Tarmizi Thalib | Pengalaman Spiritual dalam Pandangan Neuropsikologi 1 Pengalaman Spiritual dalam Pandangan Neuropsikologi Tarmizi Thalib Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada Abstract This article will discuss about the relationship of each human's spiritual experience and neuropsychological mecanism. A topic that separates the partition between something formerly metaphysical and empirical. The mechanism used to explain is the concept developed by Andrew Newberg and Stephanie Newberg. This mechanism is explained in terms of which part of the brain is capable of generating a response to the spiritual experience with neurotransmitter. Keywords: Spiritual Neuropsychology, Spiritual Experience Pengantar Selama ini kita meyakini bahwa otak adalah organ tubuh yang paling penting kegunaannya bagi manusia. Segala bentuk perilaku selalu berkaitan dengan bagian tubuh yang satu ini. Baik itu fungsi umumnya untuk berpikir, maupun berperasaan dan bertingkah laku. Semua saling terkait dengan otak. Menariknya adalah otak yang dimiliki oleh manusia secara fisiologis umum itu sama. Namun, fenomena atau perilaku yang ditampakkannya berbeda. Misalnya saja berkaitan dengan pengalaman religiusitas seseorang. Terdapat perbedaan sudut pandang dalam menilai apakah religiusitas itu benar adanya atau hanya sekedar ekspresi penyakit mental belaka. Hal inilah yang terjadi antara penganut psikoanalisa, terutama Freud dan para kaum agamawan dan ilmuan lainnya. Pada titik ini menurut Sheldrake (2007), agama ditantang layaknya fisika quantum, ilmu genetika, ilmu saraf dan sejenisnya untuk mendeskripsikan perannya dalam mengindentifikasi identitas dan tujuan manusia. Terjadinya perbedaan pendapat disebabkan anggapan yang menyebutkan bahwa spiritual erat hubungannya dengan hal-hal yang metafisik tanpa mampu diobservasi keberadaannya. Hal tersebut menjadi bertentang dengan prinsip keilmuan ilmiah yang mensyaratkan empirisme dan realistis sehingga dapat diukur. Agar kiranya menjembatani hal tersebut maka Newberg (2010) mencetuskan istilah neuroteologi. Menurut Newberg (2010) neuroteologi adalah ilmu yang berusaha menginvestigasi hubungan antara otak dan pikiran-pikiran keagamaan. Dari peristiwa tersebut kemudian muncul titik terang dalam menafsirkan spiritual secara saintifik. Zinsstag (2010) menyebutkan bahwa para psikolog dan ahli saraf mengungkapkan tentang adanya kecerdasan spiritual. Penggunaan isitilah