1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Agama berarti aturan atau tatanan untuk mencegah kekacauan dalam kehidupan manusia. Dari sudut pandang ini, agama di satu sisi memberikan kontribusi dan sumber nilai bagi manusia bertindak dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi belakangan ini banyak terdapat skandal atau berita-berita mengenai tindakan amoral atau kasus seksual yang tetntunya menyimpang dari prinsip dan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama. Seiring perkembangan jaman ternyata tidak hanya masalah atau kasus seksual yang terjadi di dunia spiritual akan tetapi belakangan ini permasalahan di dunia spiritual yang tengah hangat untuk dibahas adalah transparansi keuangan dan akuntabilitas. Akhir-akhir ini terjadi Skandal keuangan mulai muncul di Gereja, seperti yang terjadi di Gereja Kristen Protestan dari Doa Bukti Doa Nusa Dua di Bali. Skandal itu melibatkan pendeta dan bahkan beberapa pemimpin gereja. permasalahan yang tengahAkan tetapi Skandal keuangan mulai marak di gereja-gereja (Young dan Shea 2007; Compton 2013). Misalnya, penyebaran saat ini adalah skandal keuangan di Vatikan, GPT Bhaitany, dan baru- baru ini muncul dalam skandal keuangan Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa Nusa Dua. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi dunia spiritual. Masalah utama yang dihadapi gereja dalam hal keuangan adalah sistem pengendalian akuntansi. Semakin buruk sistem kontrol akan menyebabkan masalah keuangan meningkat. Pada akhirnya itu akan mengarah pada pertahanan konflik dan pembenaran diri. Oleh sebab itu dilakukan penelitian mengenai “Bagaimana konflik dan skandal keuangan yang terjadi di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa Nusa Dua berdasarkan aspek sejarah, politik, dan budaya”. Dimana penelitian ini memliki tujuannya yaitu untuk mengetahui apa penyebab konflik dan skandal keuangan yang terjadi di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa Nusa Dua berdasarkan aspek sejarah, politik, dan budaya dan untuk menentukan bagaimana peran akuntansi dalam menyelesaikan konflik dan skandal keuangan berdasarkan aspek sejarah, politik, dan budaya.