ISBN : 978-602-61371-1-1 Prosiding Seminar Nasional Hayati V 2017 Komposisi Ordo Anura di Kawasan Wisata Air Terjun Roro Kuning Kabupaten Nganjuk Indra Fauzi 1 , Sulistiono 2 , Tisa Rizkika Nur Amelia 2 , Tutut Indah Sulistiyowati 2 , Berry Fakhry Hanifa 3 1 Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusantara PGRI Kediri 2 Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusantara PGRI Kediri 3 Fakultas IPA dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang e-mail korespondensi: fauziindra10@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis Anura di kawasan wisata air terjun Roro Kuning Nganjuk. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode VES yang dimodivikasi dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pukul 19.00 - 23.00 WIB pada bulan Januari 2016 sampai Mei 2017, dengan 8 kali pengamatan lapangan. Indeks Shannon-Wienner digunakan untuk analisis keanekaragaman, indeks kemerataan berdasarkan Simpson dengan menghitung nilai evenness untuk mengukur derajat kemerataan, sedangkan pendekatan Buden digunakan untuk mengukur kemelimpahan Anura. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan Ordo Anura sebanyak 5 famili, dari 5 famili tersebut didapatkan 10 spesies sebanyak 571 individu. 5 famili tersebut adalah Ranidae (Chalcorana chalconota, Odorrana hosii, Huia masonii), Bufonidae (Phrynoidis asper, Duttaphrynus melanostictus), Megophryidae (Leptobrachium hasseltii), Discroglossidae (Fejervarya limnocharis, Limnonectes microdiscus, Occidozyga lima), dan Rhacophoridae (Polypedates leucomystax). Indeks keanekaragaman ordo Anura di kawasan wisata air terjun Roro Kuning tergolong rendah (1,46), dengan nilai kemerataan (0.636), dengan kelimpahan terbesar dijumpai pada Leptobrachium hasseltii. Kata Kunci Keanekaragaman, Ordo Anura, Roro Kuning PENDAHULUAN Kawasan wisata Air Terjun Roro Kuning yaitu tempat wisata alam yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Loceret Desa Bajulan. Secara umum kawasan ini merupakan daerah pegunungan wilis dengan ketinggian 675 meter dpl [1], yang didominasi oleh kawasan hijau dengan sumber air yang masih alami. Melihat hal tersebut sangat sesuai dengan habitat jenis amfibi (Ordo Anura) dan memungkinkan adanya spesies didalamnya. Ordo Anura merupakan salah satu ordo dalam kelas amfibi yang terdiri atas katak dan kodok. Peran Anura yang sampai saat ini diketahui antara lain sebagai pemangsa arthropoda, cacing dan larva serangga [2]. Sementara itu, secara langsung Anura dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan, hewan percobaan, dan komoditas ekspor [3]. Ordo Anura merupakan golongan hewan yang 118