ISBN : 978-602-61371-1-1 Prosiding Seminar Nasional Hayati V 2017 Karakterisasi Morfologi Mangga Podang (Mangifera indica L.) Berdasarkan Lingkungan Mikro dari Lima Kecamatan di Kabupaten Kediri Aisyah Hadi Ramadani, Nurul Istiqomah Program Studi Biologi, FSA, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata; Jl. Wahid Hasyim 65 Kediri, Jawa Timur e-mail: * 1 aisyahramadani47@gmail.com Abstrak Mangga podang tumbuh pada lahan kering, dataran tinggi hingga dataran rendah. Lingkungan tempat tumbuh tanaman sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi mangga podang (Mangifera indica) pada lima kecamatan di kabupaten Kediri yang memiliki kondisi lingkungan mikro yang berbeda. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu menggambarkan secara rinci morfologi daun, batang, buah, dan biji. Faktor mikroklimat yang diukur meliputi ketinggian tempat, intensitas cahaya, suhu dan kelembaban udara, suhu dan kelembaban tanah, pH tanah, dan nutrient tanah. Karakter morfologi dari lima kecamatan di Kabupaten Kediri dianalisis homogenitasnya dengan uji Barlett. Karakterisasi dilakukan pada 30 parameter morfologi. Mangga podang dari lima kecataman Kabupaten Kediri memiliki karakter morfologi yang homogen kecuali pada karakter jumlah bunga dalam 1 malai, berat buah mask dan warna exocarp buah masak. Variasi morfologi disebabkan oleh pengaruh faktor intensitas cahaya, ketinggian tempat, dan nutrient tanah. Kata Kunci mangga, mikroklimat, uji barlett PENDAHULUAN Mangga podang termasuk dalam famili Anacardiaceae, tumbuh musiman pada sekitar bulan Oktober hingga November. Mangga podang yang tumbuh di kabupaten Kediri tersebar di lima kecamatan yaitu Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen [1]. Mangga podang tumbuh pada lahan kering, dataran tinggi hingga ke dataran rendah. Pengairan yang diperlukan untuk penanaman mangga podang diperoleh dari curah hujan [14]. Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan 1500-2000 mm/tahun dengan tingkat kesuburan tanah sedang dan drainase sedang, dapat ditanam pada lereng dengan kemiringan 8% [1]. Lahan untuk penanaman umumnya miskin bahan organik dengan pH 6-7 [13]. Produktivitas tanaman sangat ditentukan oleh interaksi berbagai faktor, seperti tanah, iklim, tanaman dan pengelolaan tanaman. Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. Cahaya mempengaruhi pembentukan klorofil, fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisme. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolic untuk pembentukan klorofil [11]. 136