ISBN : 978-602-61371-1-1 Prosiding Seminar Nasional Hayati V 2017 Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Organisasi Kehidupan Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMP Kelas VII Semester II di SMP Negeri 2 Papar Tika Ari Widyastuti 1 , Sulistiono 2 , Poppy Rahmatika Primandiri 2 1 Mahasiswa S1 Program Studi pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusantara PGRI Kediri 2 Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri Jl. KH. Achmad Dahlan No. 76 Kediri Email: widyastika02@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar pada materi organisasi kehidupan untuk siswa SMP kelas VII semester II di SMP Negeri 2 Papar. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 2 Papar pada tahun 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian survei. Teknik pengambilan data menggunakan angket dan pedoman wawancara. Aspek yang diukur dalam penelitian ini adalah respon pembelajaran dan buku ajar dengan responden guru dan siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa materi pada buku ajar sangat singkat, kurang banyak penjelasan dan contoh, dan jumlah buku ajar belum sesuai dengan jumlah peserta didik. Hasil analisis angket kebutuhan pengembangan bahan ajar menunjukkan bahwa siswa dan guru membutuhkan modul organisasi kehidupan berbasis inkuiri terbimbing. Modul dipilih karena dapat memfasilitasi siswa untuk belajar, baik dengan pendidik maupun secara mandiri. Kata Kunci Modul Organisasi Kehidupan, Inkuiri Terbimbing PENDAHULUAN Modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa [1]. Sedangkan menurut Ihsan, modul adalah suatu satuan program belajar- mengajar yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari guru [2]. Satuan ini berisikan tujuan yang harus dicapai secara praktis, petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan, materi dan alat-alat yang dibutuhkan, alat penilaian guru yang mengukur keberhasilan murid dalam mengerjakan modul. Berdasarkan beberapa pengertian modul di atas maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran adalah salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara sistematis dan menarik sehingga mudah untuk dipelajari secara mandiri. Modul merupakan salah satu media yang efektif untuk digunakan dan memiliki fungsi dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Prastowo, modul memiliki tiga fungsi, yaitu bahan ajar mandiri, mengganti fungsi pendidik, dan alat evaluasi [3]. Diketahui bahwa materi organisasi kehidupan sulit dipahami dan diterima oleh siswa, karena materi ini cukup luas dalam pembelajarannya mulai dari sel, jaringan, organ, sistem organ dan organisme. Di dalam buku paket hanya berisi sedikit penjelasan mengenai sel, jaringan, organ, sistem organ dan organisme dan terbatasnya gambar/ilustrasi yang mendukung. Selain itu jumlah buku ajar yang ada di sekolah belum sesuai dengan jumlah peserta didik. 289