IJCCS ISSN: 1978-1520 Prosiding Semnas Hayati IV Universitas Nusantara PGRI Kediri 59 Efektivitas Ekstrak Air Daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) Terhadap Larva Aedes aegypti L. Tisa Rizkika Nur Amelia 1 , Siti Sumarmi 2 , Tri Rini Nuringtyas 2 1 Laboratorium Zoologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nusantara PGRI Kediri 2 Fakultas Biologi, Universitas Gajah Mada email: tisarizkika@gmail.com Abstrak Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun Swietenia mahagoni terhadap larva Aedes aegypti instar kedua dan ketiga, berdasarkan konsentrasi dari ekstrak daun S. mahagoni dan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder daun S. mahagoni. Ekstraksi daun S. mahagoni dilakukan dengan menggunakan pelarut air dan dianalisis kandungan metabolit sekunder dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air daun S. mahagoni mengandung tanin, saponin, dan flavanoid. Hasil perhitungan Lethal Concentration 50 dan 90 (LC 50 dan LC 90 ) menunjukkan bahwa LC 50 ekstrak air terhadap larva instar kedua dan ketiga secara berurut adalah 9.756 ppm dan 10.899 ppm serta LC 90 secara berurut adalah 17.560 ppm dan 18.284 ppm. Ekstrak daun S. mahagoni efektif terhadap mortalitas larva instar kedua dan ketiga Ae. Aegypti.Ekstrak daun S. mahagoni lebih efektif membunuh larva instar kedua daripada larva instar ketiga Ae. Aegypti. Kata kunciAe. aegypti, insektisida nabati, S. mahagoni PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di negara tropis termasuk di Indonesia [1]. Vektor utama penyakit DBD adalah nyamuk Aedes aegypti. Upaya pengendalian Ae. aegypti telah banyak dilakukan, antara lain dengan cara kimia, fisik, dan pengendalian hayati. Kontrol kimia telah menjadi upaya pengendalian yang paling banyak dilakukan sejak tahun 1940 [2]. Namun penggunaan insektisida kimia yang diberikan secara terus menerus dan intensif dapat menyebabkan resistensi nyamuk Ae. aegypti. Selain itu, insektisida kimia yang tersebar di lingkungan tidak mudah terdegradasi sehingga residunya dapat mencemari air, tanah, dan udara serta menurunkan kualitas lingkungan [3]. Untuk mengurangi pemakaian insektisida kimia, telah banyak penelitian dalam pengendalian nyamuk yang lebih aman dan berwawasan lingkungan. Salah satu insektisida alternatif yang berpotensi sebagai pengendali serangga adalah insektisida nabati. Salah satu jenis tanaman yang mempunyai aktivitas insektisida adalah Swietenia mahagoni (L.) Jacq., dikenal dengan nama mahoni. Penelitian Adhikari and Chandra menunjukkan bahwa ekstrak daun S. mahagoni menyebabkan 97% kematian larva instar ketiga Anopheles stephensi pada konsentrasi 80 ppm setelah 72 jam pemaparan [4]. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas ekstrak air daun S. mahagoni terhadap larva instar kedua dan ketigaAe. Aegypti dan mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air daun S. mahagoni. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah menambah informasi mengenai efektivitas ekstrak air daun S. mahagoni terhadap larva instar kedua dan ketigaAe. aegypti, sehingga menambah informasi insektisida nabati dari tanaman lokal daerah. Bagi pemerintah lokal daerah dan instansi terkait, informasi ini sebagai acuan untuk pengembangan lebih lanjut tanaman S. mahagoni dan tanaman lain yang berfungsi sebagai insektisida nabati.