ISSN: 1978-1520 Prosiding Semnas Hayati IV Universitas Nusantara PGRI Kediri 78 Keanekaragaman dan Kelimpahan Serangga Predator Musim Penghujan yang Terdapat pada Pertanaman Hortikultura di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Adini Wijayansi 1 , Budhi Utami 2 , dan Dwi Ari Budiretnani 2 1 Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nusantara PGRI Kediri 2 Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nusantara PGRI Kediri Jl. K.H Achmad Dahlan No.76 Kediri E-mail: adiniwijayansi@gmail.com Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh telah dikembangkannya teknik pengendalian hama terpadu konvensional yang mengacu pada hubungan antara tanaman, hama, dan musuh alaminya yaitu serangga predator. Peneliti ingin mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan serangga predator musim penghujan yang terdapat pada pertanaman hortikultura di kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan studi dokumen. Teknik analisis yang digunakan yaitu indeks keanekaragaman spesies Shanon (H’), sebaran keanekaragaman Shanon (E), serta kelimpahan relatif (KR). Hasil penelitian ini adalah (1) keanekaragaman serangga predator tertinggi di JT H’= 1,452; TR H’= 1,371; DW H’= 1,293 dan terendah JH H’= 0,598. (2) kelimpahan relatif jenis (KR) tertinggi JH spesies Lasius fuliginosus (KR= 86,28%), JT spesies Cicindela (Cosmodela) aurulenta juxtata (KR= 50,47%), TR spesies Dolichoderus thoracicus (KR= 43,06%), dan DW spesies Oecophylla sp. (KR= 50,72%).Berdasarkan data yang telah didapatkan oleh peneliti, faktor suhu, kelembaban, dan pH tanah mempengaruhi jenis serangga yang ditemukan dari lokasi pengambilan sampel. Kata kunci— keanekaragaman, kelimpahan, musim penghujan, serangga predator, Wates PENDAHULUAN Wates merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang terletak pada ketinggian antara 225 meter dpl, dengan temperatur udara rata–rata berada dalam interval 25–30º C [1]. Kondisi wilayah yang demikian dimanfaatkan oleh penduduk sebagai area pertanian. Jenis tanaman yang diusahakan yaitu tanaman pangan terutama jenis tanaman hortikultura, seperti tanaman sawi, kacang panjang, mentimun, tomat, terong, petai, cabai merah besar, dan cabai rawit. Kebutuhan akan komoditas hortikultura dimasyarakat saat ini sangat tinggi. Melihat kenyataan tersebut, diperlukannya inovasi dalam produksi pertanian yang diharapkan mampu menghasilkan produk dengan kualitas dan kuantitas lebih tinggi. Inovasi produksi pertanian salah satunya adalah penanggulangan hama tanaman pertanian dengan penggunaan pestisida atau insektisida. Namun, ada masalah yang ditimbulkan yaitu hama/ penyakit yang lebih kompleks akibat resistensi hama. Permasalahan tersebut mendorong dikembangkannya teknik pengendalian hama terpadu konvensional yang mengacu pada hubungan antara tanaman, hama, dan musuh alaminya yaitu serangga predator[2]. Serangga predator dapat ditemukan baik di perkebunan, ladang, persawahan, serta dialam bebas. Namun jenis dan kelimpahannya berbeda-beda sesuai dengan habitat masing-masing serangga, serta faktor pengaplikasian insektisida di habitat tersebut. Ekosistem alami memiliki keanekaragaman yang tinggi dibandingkan ekosistem pertanian[3 dalam 4].