JURNAL INTRA Vol. 5, No. 2, (2017) 449-459 449 Abstrak—Mebel anak usia dini di Siwalankerto tidak sesuai dengan antropometri anak didik mereka serta mebel tersebut tidak ergonomis apabila digunakan terutama untuk anak usia 3-4 tahun yang aktivitas belajarnya lebih banyak dan lebih sering berinteraksi dengan mebel. Sehingga penelitian ini perlu dilakukan yaitu dikaji berdasarkan antropometri dan ergonomi pada mebel anak 3-4 tahun di paud Siwalankerto. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan antropometri anak usia dini 3- 4 tahun dan digunakan untuk menentukan ukuran mebel yang ergonomis dengan pengguna sehingga dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan menghindari munculnya kelainan dikarenakan kesalahan serta ketidak sesuaian dalam menggunakan mebel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif format eksplanasi survey. Hasil dari penelitian ini adalah ukuran tubuh dari anak- anak paud Siwalankerto usia 3-4 tahun dan ukuran mebel yang sesuai dengan mereka berdasarkan dari antropometri tersebut. Kata Kunci— Antropometri, Desain Mebel, Ergonomi, dan Surabaya. Abstrac—The furniture for early childhood in Siwalankerto does not suitable with the anthropometry and not ergonomic when used for children with the age of 3-4 years old that have more activities which involved furniture. This experiment must be done with the study of anthropometry and ergonomically suitable for aerly childhood with the age of 3-4 years old in Siwalankerto. This research was ained to get the exact athropometry for 3-4 years old children and to decide the furniture size ergonomically, so that it would be comfortable and reduce the abnormalities caused by the failure in furniture dimension. This research used quantitative with the survey explanation format. The result of this experiment was the dimension of early childhood in Siwalankerto with the age of 3-4 years old and the fit dimension of furniture based on the anthropometry. Keyword— Anthropometry, Furniture Design, Ergonomy and Surabaya. I. PENDAHULUAN alam beraktivitas, manusia tidak dapat memungkiri bahwa mereka saling terkait dengan fasilitas yang ada di sekitar lingkungan mereka untuk menunjang dan mewadahi segala aktivitas mereka yang bertujuan supaya aktivitas mereka dapat berjalan lancar dan menjadi lebih mudah termasuk juga anak-anak. Terutama anak usia dini dimana masa ini merupakan masa yang genting dikarenakan masa ini merupakan masa anak sangat peka terhadap segala informasi(Harmastuti, 2009 : 27)[1]. Dikarenakan hal ini maka dari itu pemerintah membuat sebuah program untuk anak usia dini supaya bisa mendapatkan pembelajaran sejak dini dan membantu anak dengan ekonomi yang lemah sehingga dapat melanjutkan pendidikan tanpa biaya yang berat. Program tersebut adalah pendidikan anak usia dini yaitu merupakan sebuah metode yang ditujukan untuk anak usia dini dalam membantu merangsang dari bidang pendidikan, baik dari segi jasmani dan rohani sehingga anak dapat melanjutkan ketahap yang lebih tinggi dan kehidupan tahap berikutnya (Wijana 4)[2]. Dimana program ini merupakan program dari pemerintah sehingga dana yang diberikan cukup terbatas terutama untuk pembuatan mebel sehingga ditemukan masalah yaitu tidak sesuai dengan dimensi tubuh pengguna sehingga tidak ergonomis apabila digunakan dalam jangka waktu yang agak lama. Padahal anak itu memiliki sifat yang energik, serta tidak dapat tenang atau berkonsentrasi secara lama apabila mebel yang digunakan tidak nyaman (Communityplaythings 1)[3]. Terutama anak dengan umur yang lebih dewasa pasti semakin banyak memiliki aktivitas dalam belajar, sehingga karena hal inilah penting apabila mebel anak usia dini 3-4 tahun perlu dikaji berdasarkan bidang ilmu ergonomi yaitu melalui salah satu sub displin ilmunya yaitu antropometri dimana merupakan kumpulan data berupa angka yang berhubungan dengan karakteristik tubuh manusia, kekuatan, dan bentuk (Siregar, Huda, & Rambe, 2014 : 25) [4] yang nantinya dapat diterapkan kedalam pembuatan ukuran mebel anak-anak tersebut. Dimana mebel yang dikaji berdasarkan antropometri dan ergonomi merupakan mebel PAUD Siwalankerto yang meliputi PAUD Anggrek I, Anggrek III, Srikandi, Buyung Ceria, dan Mentari Pagi dikarenakan PAUD ini tidak memiliki acuan yang cukup akurat untuk ukuran sarana belajar mereka dan selain itu sering mendapatkan bantuan berupa mebel yang ternyata tidak sesuai dengan anak didik mereka. Sehingga karena hal inilah, perlunya dilakukan penelitian ini dimana mebel PAUD Siwalankerto perlu dikaji berdasarkan ergonomi dan antropometri sehingga nantinya dapat menentukan ukuran mebel yang ergonomis dan sesuai dengan pengguna karena desain yang baik itu tidak hanya berhenti pada hal yang bagus namun juga harus memiliki dampak yang positif terhadap pengguna atau dapat dikatakan menyelesaikan masalah pengguna (E-learning UPN Jatim 3)[5]. Selain itu mengapa mebel penting dikaji berdasarkan 2 hal tersebut dikarenakan mebel merupakan salah satu fasilitas yang sangat sering Kajian Antropometri & Ergonomi Desain Mebel Pendidikan Anak Usia Dini 3-4 Tahun di Siwalankerto Jennie Hasimjaya, Mariana Wibowo, Dodi Wondo Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: lidya_jennie@yahoo.com; mariana_wibowo@petra.ac.id; dodiwondo@yahoo.com D