PERILAKU KONSUMTIF REMAJA PEREMPUAN TERHADAP TREND FASHION KOREA DI JAKARTA SELATAN Milla Riauzie Poetri, Ikma Citra Ranteallo, Nazrina Zuryani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana Email: millazie.92@gmail.com, ikma_citra@yahoo.com, nazrinazuryani@yahoo.com ABSTRACT In light of a growing interest in South Korea pop culture, widely known as hallyu or Korean wave, this study set out to identify its trend fashion through dramas, musics, online shop and mall. It also describe girls’ consumptive behaviors to buy cosmetics, clothes and other accesories. Descriptive approach with qualitative method were used to describe Karl Marx's commodity fetishism theory related to those behaviors. The findings of this study confirmed that girls in southern Jakarta bought Korean fashion products because its unique, simple, high-quality and made from natural ingredients cosmetics. Second, the beauty of idols had influenced them in consuming and willing to spend money on their appearance the Korean mode. They would satisfied if they can buy those branded stylish and products. Keywords: pop culture, Korean wave, fashion, consumptive behavior, girl, fetishism commodity 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi khususnya media massa memberikan dampak yang sangat besar dalam kemajuan komunikasi. Teknologi yang canggih tidak hanya dapat menyebarkan informasi dengan cepat namun bermanfaat dalam memudahkan penyebaran informasi mengenai budaya dari seluruh dunia. Penyebaran informasi pada media massa saat ini berkaitan dengan budaya populer atau dikenal sebagai budaya pop. Budaya pop secara sosiologis merupakan budaya yang sedang trend, banyak diminati dan cepat berganti. Kebudayaan populer biasanya berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu, seperti musik, film, fashion, dan lain-lain (Bungin, 2006:100). Budaya pop saat ini tidak hanya di dominasi budaya Barat seperti Amerika dan Eropa. Wilayah Asia juga mulai menjadi salah satu pengekspor budaya pop. Salah satu negara di Asia yang menjadi pengekspor budaya pop adalah Korea Selatan. Korea Selatan secara khusus memiliki budaya khas yang membuat sebagian orang tertarik untuk mengetahui aspek negara tersebut. Budaya pop Korea disebut juga dengan hallyu atau Korean wave dalam artian gelombang Korea. budaya tersebut menarik perhatian dari masyarakat di seluruh belahan dunia. Fenomena budaya Korean wave inilah yang membuat industri fashion Korea memasuki pasar di Indonesia terutama di kota besar seperti Jakarta. Jakarta sebagai pusat pemerintahan, namun juga menjadi lokasi yang strategis bagi pelaku industri seni dari luar Indonesia, termasuk Korea Selatan untuk berbisnis dan memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki. Perkembangan fashion Korea di Jakarta ditandai dengan toko-toko yang menjual perlengkapan fashion seperti pakaian, kosmetik, aksesoris dan lainnya sesuai