1 Global Warming versus Plant Quarantine Issues Oleh : Ummu Salamah Rustiani (Fungsional Ahli Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian) =========================================================== PENDAHULUAN Pengaruh perubahan iklim global terhadap penyakit tanaman telah menjadi perbincangan hangat pada dekade terakhir ini. Perkembangan riset terhadap perubahan iklim belakangan terjadi dengan cepat, begitu juga halnya riset pola hubungan antara inang-patogen yang sangat dipengaruhi secara substansial oleh perubahan suhu dan konsentrasi CO2 secara global. Perubahan suhu dan CO2 secara global disebabkan salah satunya oleh adanya penggunaan bahan-bahan penyebab rusaknya lapisan ozon (Ozone depleting layer compounds). Sejak pertemuan Montreal tahun 1987, negara seluruh dunia sepakat untuk mengurangi penggunaan bahan yang termasuk daftar penyebab lapisan ozon rusak. Salah satu bahan yang menjadi isu kesepakatan negara-negara dunia tersebut adalah Methyl Bromide (CH3Br). Methyl Bromide telah digunakan sebagai salah satu fumigan perlakuan karantina tumbuhan sejak tahun 1930. Oleh karena itu penghentian penggunaan CH3Br mulai tahun 2005 untuk negara maju dan 2015 untuk negara sedang berkembang menjadi orientasi utama kesepakatan pada Copenhagen Amendment tahun 1992, yang merupakan tindak lanjut dari Montreal Protocol (Anonim, 2011). Karantina Tumbuhan Indonesia, yang merupakan anggota International Plant Protection Convention, telah meratifikasi perjanjian negara-negara anggota IPPC tahun 1992, tentang isu pemanasan global. IPPC merupakan organisasi dibawah FAO, beranggotakan 164 negara, yang bertujuan mencegah penyebaran dan introduksi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman dan produk tanaman. Isu pemanasan global yang menjadi perhatian utama adalah penggunaan CH3Br sebagai perlakuan karantina dan pengaruh pemanasan global terhadap pergeseran peta distribusi OPT Karantina. Beberapa studi menyatakan bahwa perubahan suhu akan mempengaruhi patogen maupun inangnya sehingga perlu dilakukan analisis risiko untuk masing-masing patosistem hubungan inang dengan OPT untuk menentukan pengaruh perubahan iklim terhadap peta distribusi geografis OPT Karantina (Lopez et.al., 2012).