PENILAIAN KURIKULUM SISTEM INFORMASI OLEH ALUMNI: STUDI KASUS PROGRAM MAGISTER TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS INDONESIA Lucky E. Santoso, Dana I. Sensuse Program Magister Teknologi Informasi, Universitas Indonesia lesantoso@yahoo.com Abstrak Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dengan penyelenggaraan pendidikan di bidang Sistem Informasi (SI), dan menunjukkan perlunya penilaian kurikulum oleh, antara lain, alumni. Telah dilakukan survei kepada alumni dari Program Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia (MTI-UI) untuk menilai kurikulum SI yang diselenggarakannya. Dalam survei ini, alumni diminta memberikan penilaian menurut suatu skala Likert terhadap manfaat mata kuliah-mata kuliah MTI-UI dalam karier mereka. Sebagai hasil penelitian telah diperoleh nilai manfaat relatif dari tiap mata kuliah dan kecenderungan nilai manfaat mata kuliah dari waktu ke waktu. Diusulkan agar para penyelenggara program SI mengadakan penilaian kurikulum oleh alumni secara berkala dengan menerapkan metodologi yang digunakan dalam studi dan menjadikan hasil penilaian tersebut sebagai salah satu masukan dalam membuat keputusan-keputusan yang berkenaan dengan kurikulum. Kata kunci: Kurikulum Sistem Informasi Pendahuluan Kurikulum Sistem Informasi (SI) di perguruan tinggi seharusnya merefleksikan kecenderungan industri dan kemajuan teknologi dari waktu ke waktu. Ini karena ada beban yang berasal dari ekspektasi industri, persyaratan badan akreditasi bahwa lulusan harus dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan sebagaimana diperlukan, ekspektasi dari staf pengajar perguruan tinggi sendiri untuk mempersiapkan lulusan yang siap bekerja di kemudian hari, dan mahasiswa yang berharap bahwa staf pengajar menyediakan kurikulum yang dapat membantu mahasiswa menemukan dan mempertahankan pekerjaan setelah lulus (Tesch, Crable, and Braun, 2003). Di lain pihak, kerap ditemukan kesen- jangan kurikulum antara pengetahuan dan ketrampilan SI yang dibutuhkan oleh industri dengan pengetahuan dan ketram- pilan SI yang diperoleh oleh para lulusan program SI (Trauth, Farwell, and Lee 1993; Maier and Gambill 1997; Martz and Landof 1999; Tang, Lee, and Koh 2000). Mengingat kesenjangan ini, penilaian kurikulum secara berkala oleh para pekerja SI adalah penting jika program SI ingin secara efisien merespon kebutuhan industri (Trauth, Farwell, and Lee 1993; Ramakrishna 2000; Davis 2003; Tesch, Crable, and Braun 2003). Kelompok-kelompok responden yang dapat digunakan dalam penilaian kurikulum meliputi mahasiswa yang akan lulus (Ramakrishna 2000), alumni (Hanchey 1995; Chrysler and Van Auken 1999; Ramakrishna 2000; Davis 2003; Tesch, Crable, and Braun 2003; Ross, Tyran, and Sandvig 2004), atasan alumni (Ramakrishna 2000), staf akademik (Ramakrishna 2000), praktisi SI (Ehie 2002), maupun gabungan (Trauth, Farwell, and Lee 1993; Lee, Trauth, and Farwell 1995).