BASIS Nomor 01–02, Tahun Ke-67, 2018 24 S O S I A L A hok awalnya hanyalah perkara Pilkada Jakarta. Namun sejak penistaan agama dituduhkan kepadanya dan Ahok ditetapkan sebagai tersangka, kasus ini menjadi perkara nasional. Bahkan setelah tiga hakim di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan bahwa Ahok bersalah sehingga layak dipenjara selama dua tahun pada 9 Mei 2017, perkara ini menjadi perhatian dunia. Di berbagai belahan Indonesia dan di luar negeri terjadi gerakan 1.000 lilin sebagai ekspresi kekecewaan atas keputusan pengadilan (http://www.dw.com/id/aksi-1000-lilin- untuk-ahok-digelar-di-berbagai-kota/a-38809053). Berbagai lembaga dan media internasional mengecam putusan ini seraya mengingatkan bahwa ini mencoreng citra Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim mayoritas (“International rights groups express concerns following Ahok verdict,” http://www.thejakartapost. com/news/2017/05/09/intl-rights-groups-express- concerns-following-ahok-verdict.html). Namun di lain sisi, beredar foto sekelompok orang penentang Ahok memotong tumpeng pasca keputusan ini. Seorang tokoh politik berpengaruh menyatakan acara tersebut merupakan spontanitas orang yang merayakan syukur atas keadilan yang telah ditegakkan: penista agama telah diberikan hukuman yang setimpal (“Beredar foto syukuran atas vonis Ahok, Prabowo sebut itu spontanitas,” http://megapolitan.kompas.com/ read/2017/05/10/23251471/beredar.foto.syukuran.atas. vonis.ahok.prabowo.sebut.itu.spontanitas. Sementara gerakan mendukung Ahok terus berlangsung; gerakan yang menentangnya dan membenarkan keputusan pengadilan terlihat tidak surut juga. Semakin kuatnya dukungan terhadap Ahok, apalagi saat dukungan ini berupa tekanan dunia internasional, justru membuat gerakan ini menampilkan diri semakin perlu. Demikianlah, Ahok menjadi igur yang memicu gerakan sosial yang masif dan saling bertentangan. Bagaimana pun gerakan massa ini tak dapat dipisahkan dari konteks Pilkada DKI Jakarta (Hodge, A. (2017). Jakarta pollstrokes fears. The Australian, April, 21, 2017, hlm. 13. http://www.theaustralian.com.au/ news/inquirer/anies-beats-ahok-jakarta-election-stokes- fears-over-islamists/news-story/6f825a44bfbe68e03765 5cfb567be505). Namun tidak menutup kemungkinan pola yang sama diulang dalam Pilkada yang lain dan pemilihan presiden Memahami Framing Gerakan Sosial A. SUMARWAN Framing gerakan sosial adalah strategi penyederhanaan persoalan dengan tujuan untuk memobilisasi pengagum dan pengikut, menuai dukungan dari penonton, dan membuyarkan penentang (Snow & Benford, 1988).