1 MODEL PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA PADANG YUDI ANTOMI Universitas Negeri Padang Email: tmy_bima@yahoo.com abstract Padang City is a city prone to earthquake and tsunami disaster. Recorded areas in the western coastal area of Sumatra Island is an area prone to tsunami disaster, it is also allegedly triggered the development of urban areas to the east that has been dominated by the use of forest land and agriculture. In harmony with this, socio- economic development has necessarily resulted in general land use changes from natural areas to cultivated areas. From the results of the identification of land use changes originating from Citra Landsat in 1989 - 2016, the direction of the development of residential areas has shifted from west to east on more sloping slopes to slopes. This shift in development orientation needs attention since the eastern region of Padang City is a buffer zone with the status of forest areas that have been designated as Protected Forest and Conservation Area. The most significant land use change is in Primary Forest. Primary Forest area in 2017 is calculated 89,494.65 ha and predicted will be reduced to 81,519.30 ha in 2040. Followed by the reduction of the area of Imperata grass and secondary forest. While the change of mixed garden land use has the most significant increase rate, both occur in wake area and wetlands. As for the water body prediction shows no increment or reduction. Keywork: LCM, CA, Land Use, Padang abstrak Kota Padang merupakan sebuah kota yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Tercatat daerah- daerah yang berada di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami,hal ini pula yang disinyalir menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan ke arahtimur yang selama ini didominasi oleh penggunaan lahan hutan dan pertanian. Selaras dengan hal tersebut, perkembangan sosial ekonomi telah serta merta akan mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang secara umum dari kawasan alami menjadi kawasan budidaya. Dari hasil identifikasi perubahan penggunaan lahan yang bersumber dari Citra Landsat tahun 1989 – 2016, arah perkembangan kawasan permukiman telah bergeser dari barat ke timur pada lereng yang lebih bergelombang hingga landai. Pergeseran orientasi pembangunan ini perlu mendapat perhatian mengingat kawasan timur Kota Padang merupakan kawasan penyangga dengan status kawasan hutan yang telah ditetapkan sebagai Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi. Perubahan pengunaan lahan paling siknifikan adalah pada Hutan Primer. Luas Hutan Primer pada tahun 2017 dihitung 89,494.65 ha dan di prediksi akan berkurang hingga menjadi 81,519.30 ha tahun 2040. Diikuti oleh pengurangan luas semak alang-alang dan hutan sekunder. Sedangkan perubahan penggunaan lahan kebun campuran memiliki tingkat pertambahan luas yang paling siknifikan, kedua terjadi pada kawasan terbangun dan lahan basah. Sedangkan untuk tubuh air prediksi menunjukkan tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan. Keywork: LCM, CA, Land Use, Padang 1. Latar Belakang Kota Padang merupakan sebuah kota yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Tercatat daerah-daerah yang berada di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami, hal ini pula yang disinyalir menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan ke arah timur yang selama ini didominasi oleh penggunaan lahan hutan dan pertanian. Alasan tersebut sangat realistis dimana masyarakat dan stakeholder akan berupaya melakukan aktivitas semakin menjauhi kawasan pantai sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana.