Iwan Sugianto Jurnal Manajemen & Bisnis ISSN 2528-0597Vol 1, No 2, 2016 44 ANALISIS HASIL PENJUALAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO RENTABILITAS PADA INDUSTRY KERAJINAN TANGAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Iwan Sugianto Program Studi Manajemen STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya Tasikmalaya Sugiantoiwan15@yahoo.com Abstract That in order to continue to drive the growth of national creative industry, in particular the Ministry of Industry Directorate General of Small and Medium Enterprises (SMEs) has made various strategic step in increasing the added value of the fashion industry and handicraft. One of the areas in West Java, which has contributed in building a democratic economy in the craft industry sector is the Tasikmalaya district. This area is one barometer of industry crafts such as rushes, pandan, sticks and bamboo and Misc. This study aims to determine : 1. How Crafts Sales Results in Tasikmalaya regency. 2. How does the growth results Hand craft sale in Tasikmalaya regency period 2005- 2014. 3. How to Profitability Ratio Analysis Results Sales Results Crafts in Tasikmalaya regency period 2005-2014. Analysts tool used in this study is the Economic Profitability Ratios so they will know the ratio between operating income with their own capital and foreign capital that is used to generate such profits and expressed as a percentage. Keyword: Sales Results, Profitability Economy . LatarBelakang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Bahwa dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tersebut, pemerintah meyakini, ekonomi kreatif masih potensial dan bisa menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan perekonomian nasional ke depannya, karena didukung dengan sumber daya yang tidak terhabiskan. “Sumberdayautamanyaadalah orang kreatif yang dapat terus berkembang dan menciptakan nilai tambah.Terlebih lagi dengan terciptanya iklim yang kondusif, diharapkan akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi ekonomi maupun non ekonomi,” katanya. Disamping itu, karya kreatif dapat